Berita Manggarai Timur

Gara-Gara Rebutan Tanah di Borong! Fransiskus Bacok Urbanus di Persawahan Golo

sebelum Urbanus dibacok sempat terjadi perkelahiaan terlebih. Yang mana Fransiskus dipukul oleh Urbanus dengan skop di lokasi persawahan.

Penulis: Aris Ninu | Editor: Ferry Ndoen
zoom-inlihat foto Gara-Gara Rebutan Tanah di Borong! Fransiskus Bacok Urbanus di Persawahan Golo
POS KUPANG.COM/ARIS NINU
Korban pembacokan Urbanus Ganggur (55) di Persawahan Golo Borong, Desa Watu Mori, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Matim.

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG-COM-BORONG-Persoalan tanah masih terus menjadi keributan di Kabupaten Manggarai Timur (Matim).

Pada, Jumat (2/1/2018) siang sekitar pukul 14.00 wita bertempat di Persawahan Golo Borong Wae laku, Desa Watu mori , Kecamatan Rana Mese, Matim terjadi kasus perkelahian yang menyebabkan Urbanus Ganggur (55), warga Bondo, Desa Watu Mori dibacok dengan parang oleh Fransiskus Apur alias Ansi (24), yang juga warga Bondo, Desa Watu Mori.

Baca: Bangun Infrastruktur 5 Kecamatan! Ketua Komisi V DPR RI Janjikan Rp 9 Miliar

Di mana sebelum Urbanus dibacok sempat terjadi perkelahiaan terlebih. Yang mana Fransiskus dipukul oleh Urbanus dengan skop di lokasi persawahan.

Kasus yang terjadi persawahan Golo Borong, Kecamatan Rana Mese ini sudah ditangani Polsek Borong.

Pelaku yang membacok Urbanus telah menyerahkan diri ke Polsek Borong. Sedangkan korban sedang menjalani perawatan di Puskesmas Borong.

Data yang diperoleh POS-KUPANG.COM di Borong, Jumat (2/11/2018) siang menjelaskan, sekitar pukul 11.00 wita Fransikus berangkat dari rumah menuju sawahnya dekat dengan tempat kejadian bersama istrinya, Yasinta Wea dan kedua anaknya untuk membuat bedeng bibit padi.

Setelah membuat bedengan bibit padi, pelaku pergi ke pinggir kali Wae Laku untuk makan siang.

Ketika sedang makan siang, Urbanus datang menghampiri Fransiskus dan mengatakan kalau mulai sekarang pelaku tidak boleh bekerja di sawah yang telah dibuatkan persemaian bibit padi olehnya.

Fransiskus lalu menjawab kalau tanah tersebut milik orang tuanya

Urbanus pun tak terima lalu memukuli Fransiskus menggunakan gagangan skop tanah sebanyak dua kali pada bagian kepala.

Setelah memukuli pelaku, korban mengeluarkan parang dari sarungnya dan mengayunkannya ke kepala pelaku.

Begitu melihat korban mengeluarkan parang dan mengayun ke arahnya, pelaku yang dalam situasi terdesak langsung mengeluarkan parang dari sarungnya dan membacok korban sebanyak 3 kali.

Bacokan Fransiskus mengenai korban persis di kaki kanan, satu kali di kaki kiri dan satu kali di bagian kepala.

Setelah itu, pelaku bersama istrinya melarikan diri ke Polsek Borong.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved