Berita Nasional Terkini

Ternyata Bukan Hanya Novel Baswedan yang Diserang di KPK, Tapi Juga Banyak Pegawai, Siapa Saja?

Novel Baswedan mengungkapkan dia bukan satu-satunya yang mendapat penyerangan di lembaga KPK,tapi banyak pegawai KPK lainnya yang juga diserang.

Editor: Kanis Jehola
KOMPAS.com/JESSI CARINA
Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan berbicara tentang 500 hari kasusnya yang belum terungkap, di Gedung Penunjang KPK, Kamis (1/11/2018). 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Tepat pada 500 hari kasusnya, penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan mengungkapkan dia bukan satu-satunya yang mendapat penyerangan di lembaga KPK. Novel mengatakan, banyak pegawai KPK lainnya yang juga diserang.

"Di KPK itu yang diserang bukan cuma saya," ujar Novel dalam diskusi di Gedung Penunjang KPK, Jalan Kuningan Persada, Kamis (1/11/2018).

Novel menyebutkan beberapa contoh penyerangan yang dia maksud. Kata dia, safe house KPK pernah digerebek tanpa menggunakan aturan hukum.

Baca: Gaji PNS Naik 5 Persen di Tahun 2019 Nanti, Begini Tanggapan Capres Prabowo

Selain itu, pernah ada pegawai KPK yang menurutnya diculik. Meskipun pada akhirnya pegawai itu dilepas lagi.

"Kemudian itu dibiarkan dan banyak lagi hal lain. Rumahnya dipasangi bom, walaupun setelah dicek ternyata bom itu palsu tapi harus diledakan juga karena rakitannya seperti asli," kata dia.

Baca: Mau Tahu Gaji PNS yang Lolos Seleksi CPNS 2018? Ini Rinciannya

Novel juga menyinggung kasus penyiraman air keras pada mobil pegawai KPK yang pernah diungkap beberapa bulan lalu. Novel berpendapat bahwa rangkaian teror ini biasa didapatkan oleh pihak-pihak yang memperjuangkan kebenaran.

Dia tidak meminta penyerangan terhadapnya dijadikan prioritas utama. Dia meminta semua kasus penyerangan terhadap pegawai KPK itu yang menjadi prioritas. Dia juga berharap pimpinan KPK bisa ikut melindungi pegawainya.

"Perlindungan terbaik adalah apabila setiap ada teror penyerangan, dibuka. Hingga ada dua hal penting yang bisa terjadi di sana. Pertama pelaku akan takut berbuat lagi. Kedua ada perlindungan psikis yang diterima pegawai KPK," ujar Novel.

Pada 11 April 2017, seusai melaksanakan shalat subuh di masjid tak jauh dari rumahnya, Novel tiba-tiba disiram air keras oleh dua pria tak dikenal yang mengendarai sepeda motor.

Cairan itu mengenai wajah Novel. Kejadian itu berlangsung begitu cepat sehingga Novel tak sempat mengelak. Tak ada seorang pun yang berada di lokasi saat peristiwa penyiraman itu terjadi. Novel juga tak bisa melihat jelas pelaku penyerangannya. (*)

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved