Berita Kabupaten Sikka Terkini

Antisipatif Terbaik Menekan Penyebaran Rabies di Sikka dengan Vaksinasi HPR

Antisipatif terbaik untuk menekan penyebaran rabies di wilayah endemi Kabupaten Sikka, adalah melakukan vaksinasi pada Hewan Penular Rabies (HPR)

Antisipatif Terbaik Menekan Penyebaran Rabies di Sikka dengan Vaksinasi HPR
POS-KUPANG.COM/Eginius Mo'a
Rakor Penanggulangan Rabies, Rabu (31/10/2018) di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Kota Maumere. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eginius Mo'a

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Tindakan antisipatif terbaik untuk menekan penyebaran rabies di wilayah endemi Kabupaten Sikka, adalah melakukan vaksinasi pada Hewan Penular Rabies (HPR). Sebab lebih beresiko HPR menggigit manusia berdampak kepada kematian.

Setiap orang korban gigitan HPR membutuhan empat tahap suntikan Vaksin Anti Rabies (VAR) senilai Rp 1 juta atau Rp 250 ribu/vial.

"VAR diberikan gratis disediakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka. tahun ini disediakan 600 vial dan bantuan dari Dinas Kesehatan Propinsi NTT 3.000 vial," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, dr. Harlin Hutauruk, pada Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Rabies di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Rabu (31/10/2018).

Baca: Kurangi Stunting, Ini yang Dilakukan Badan Ketahanan Pangan Manggarai

Pelayanan kepada korban gigitan, kata Harlin, Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka membuka lima rabies centre.

Di Puskesmas Beru Kecamatan Alok Timur melayani semua wilayah yang belum ada rabies centre.

Baca: Puskesmas Camplong Hadirkan Kelas Ibu Cerdas, Tekan Kasus Gizi Buruk dan Stunting

Puskesmas Uwa di Kecamatan Palue untuk warga Kecamatan Palue, Puskesmas Watu Baing Kecamatan Talibura melayani warga Kecamatan Waiblama, Waigete dan Talibura. Puskesmas Lekebai Kecamatan Mego melayani warga Paga, Mego serta Tanawawo dan Puskesmas Bola di Kecamatan Bola untuk Mapitara Doreng.

"Rabies centre dibuka 24 Jam.Kalau ada korban gigitan, bisa langsung dibawa kesana," ujar Harlin.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, A.S. Nong Erwin, SKM, menghimbau masyarakat melakukan tindakan pertama segera mencuci luka gigitan dengan sabun deterjen pada air yang mengalir jika digigit HPR. Selanjutnya membawa korban gigitan ke rabies centre mendapatkan suntikan VAR tahap satu.

Dikataknya,. elama Januari sampai Agustus 2018 terjadi 890 kasus gigitan dan 746 korban mendapat suntikan VAR. Setiap korban gigitan di-screenig dan diobservasi.

Bila potensi HPR negatif maka suntik tidak diberikan. Sampai saat ini telah terjadi dua kasus kematian di Kecamatan Hewokloang dan di Kecamatan Talibura.

Rakor Penanggulangan Rabies dipimpin Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Sikka, dr. Delly Pasande dihadiri para camat dan utusan organisasi pemerintahan daerah. (*)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved