Berita Kabupaten Kupang

50 Penyuluh Lapangan se-Kabupaten Kupang Ikut Bimtek di BPTP

Sebanyak 50 penyuluh lapangan dan kelompok tani se-Kabupaten Kupang mengikuti bmbingan Teknis (bimtek).

Penulis: Edy Hayong | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/EDY HAYON
Kegiatan bimtek bagi penyuluh pertanian di BPTP NTT, Rabu (31/10/2018) 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong

POS -KUPANG.COM I NAIBONAT---Sebanyak 50 penyuluh lapangan dan kelompok tani se-Kabupaten Kupang mengikuti bmbingan Teknis (bimtek). Mereka diberikan pembekalan terkait pengembangan produksi jagung hibrida jenis NASA29.

Pantauan POS KUPANG.COM, Rabu (31/10/2018), sebelum para penyuluh mendapat penjelasan teknis dari tim ahli, peserta diberikan rambu-rambu soal kegiatan bimtek oleh tenaga peneliti dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Naibonat, Dr. Adriana Bire.

Baca: Pesparani NTT Peluang Juara di Nomor PS Dewasa Campuran dan Gregorian

Baca: Pekerja Tewas Setrum Listrik,Polisi Periksa Manajemen PT Percon Summa

Baca: Pemda Sumba Timur Selenggarakan 5 Sesi Setiap Hari Untuk Tes CAT CPNS

Baca: Berita Misa Puncak Perarakan Patung di Malaka

Baca: Warga Kelurahan Matawai Mengeluh Motor Sampah Berbulan-Bulan Baru Angkat Sampah

Baca: Kelurahan Matawai Berharap Ada Tambahan Motor Sampah

Bire meminta para penyuluh untuk betul-betul mengikuti bimtek secara baik.

Pasalnya, ilmu yang diberikan ini bermuara pada penguatan kemampuan para Penyuluh dan kelompok tani dan calon penangkap benih untuk percepatan pengembangan jagung hibrida produksi tinggi.

Menurut Bire, kehadiran para penyuluh ini akan diberikan amunisi baru dan bekal keterampilan dari nara sumber, dirinya menyakini apa yang menjadi harapan membumikan NASA29 di NTT akan berhasil.

Koba Aurelius, Teknisi Rekayasa BPTP NTT dan Yakob, Teknisi Balit Sereal, Maros, Sulawesi Selatan dihadirkan sebagai nara sumber.

Koba Aurelius pada kesempatan ini mengatakan, NASA29 ini merupakan hasil persilangan benih jagung yang terpilih antara Nakula dan sadewa. Dirinya mengakui  potensi produksi jagung ini mencapai 11,5 ton per hektar.

"Ini tujuannya  untuk kita tingkatkan ekonomi rumah tangga. NTT merupakan daerah potensi jagung sehingga perlu ditingkatkan benihnya. Kalian tenaga yang disiapkan karena pelaku di lapangan. Kita harapkan kalian pelaku utama dan pencerahan bagi petanil ainnya. Kita semangat tapi benih tidak ada maka sama saja. Kita perkuat untuk pembibitan benih NASA29 di BPTP," pintanya.(*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved