Berita Labuan Bajo

Sudah 200 Kg Sampah Plastik Kresek yang Dicacah Untuk Pengaspalan Jalan

pihaknya masih menunggu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat (Mabar), mencacah atau menggiling sampah plastik kresek yang

Sudah 200 Kg Sampah Plastik Kresek yang Dicacah Untuk Pengaspalan Jalan
POS-KUPANG.COM/Servatinus Mammilianus
Karung-karung berisi sampah plastik kresek dikumpulkan di teras Kantor Bupati Mabar dari para ASN di daerah itu, Agustus 2018 lalu. 

 Laporan Reporter POS--KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus

POS--KUPANG.COM | LABUAN BAJO--Hingga Jumat (26/10/2018), sampah plastik kresek yang sudah dicacah atau digiling untuk dicampur aspal dalam pengerjaan jalan di Labuan Bajo, sudah 200 kilogram.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) Paulinus Pangul, mengatakan itu kepada POS--KUPANG.COM, Jumat (26/10/2018).

Baca: Andre Koreh: Gaharu Inspektorat Cup III Bukti Konsistensi Majukan Olahraga Tenis Meja

"Sampai hari ini sudah 200 kg yang sudah dicacah. Setelah dicacah langsung dikirim ke Floresco untuk uji coba campur aspal mengaspal jalan," kata Paulinus.
Pencacahan kata dia dilakukan oleh KSU Komodo.

Dalam satu jam kata Paulinus, mesin cacah mampu menghasilkan 30 kg plastik kresek hasil pencacahan.

Pencacahan yang dilakukan saat ini kata dia, hanya menggunakan satu unit mesin.
"Proses pencacahan membutuhkan waktu yang cukup lama. Harus dipilah dulu, dicuci, lalu dikeringkan dan baru bisa dicacah," kata Paulinus.

Sampah plastik kresek yang sudah dikumpulkan kata dia, disimpan di gudang BLK. Setiap kali cacah harus terlebih dahulu mengambil di BLK.

Sebelumnya diberitakan, pengerjaan ruas jalan lintas utara Flores di Labuan Bajo menggunakan aspal campur sampah plastik kresek belum terealisasi .

Padahal penggunaan aspal campur plastik itu, merupakan salah satu poin yang dibahas dalam pertemuan lintas kementerian di Labuan Bajo yang dipimpin langsung oleh Menko Maritim, Luhut Binsar Panjaitan, Selasa (20/3/2018) malam di Jayakarta Hotel.

Menko saat itu meminta pekerjaan tersebut harus selesai sebelum Oktober 2018 atau sebelum kedatangan tamu IMF.

Halaman
12
Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved