Berita NTT Terkini
Hindari Gangguan, Telkom Witel NTT Patroli pada Titik-titik Rawan
Manajemen PT Telkom Wilayah Telekomunikasi (Witel) Nusa Tenggara Timur (NTT) akan terus melakukan patroli pada rute kabel backbone
Penulis: Paul Burin | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter Pos Kupang.com, Paul Burin
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Manajemen PT Telkom Wilayah Telekomunikasi (Witel) Nusa Tenggara Timur (NTT) akan terus melakukan patroli pada rute kabel backbone di beberapa titik rawan di daratan Flores dan Timor. Titik-titik ini berada pada jalur trans Flores dan Timor.
General Manager (GM) Telkom Witel NTT, Ismond Adi Jatmiko mengatakan hal ini ketika ditemui Pos Kupang.com di kantornya Jalan WJ Lalamentik, Kupang, Kamis (25/10/2018).
Baca: Ruangan BKD Flotim Digasak Maling! Wakil Bupati Agus Boli Panggil Dua Staf
Didampingi oleh Manager War Room, Yohanes Gerson Djami, Ismond mengatakan, patroli tersebut akan meminimalisir kerusakan jaringan sebagaimana yang terjadi pada hari Senin (22/10/2018) pukul 16.30 sampai pukul 21.30 Wita. Saat itu, wilayah Telkom NTT mengalami gangguan total bahkan berdampak sampai ke Timor Leste.
Menurut Ismond, perbaikan dilakukan oleh Tim Network Flores Area selama lima jam dengan cara menyambung kembali kabel fiber optik yang rusak akibat pekerjaan sebuah lahan menggunakan eskavator oleh pihak ketiga.
Baca: Tanah Longsor Mengancam Warga Fatufeto ! Ini Jawaban PUPR Kota
Kerusakan itu kata dia, pada kedalaman 1,5 meter di Kilometer Delapan dari Telkom Maumere ke Telkom Landing Site (TLS) kabel laut menuju Makassar.
Hal-hal lain yang akan dilakukan manajemen ke depan, yakni membangun link diversity (jalur backup) sebagai contingency plan di rute rawan serta mengusulkan backbone kabel laut dari Maumere ke Ende.
PT Telkom juga kata dia akan melakukan koordinasi dengan semua pemda/pemkot di NTT agar sama-sama menjaga dan merawat jaringan Telkom itu. Yang terjadi di Maumere, kata dia, yakni pihak ketiga itu tak sengaja melakukannya.
Menjawab apakah Telkom akan melakukan somasi karena kerusakan jarigan telah merugikan masyarakat NTT, Ismond mengatakan tak melakukan karena tak ada unsur kesengajaan. Kecuali katanya, pihak Telkom sudah mengingatkan pihak ketiga itu berulangkali.
Pihak Telkom kata Ismond juga akan melakukan instropeksi diri secara internal untuk giat melakukan patroli. Ia juga menghimbau kepada semua pihak di semua titik lokasi ikut menjaga jaringan kabel.
Pihak Telkom menyadari bahwa kejadian itu telah membuat banyak pihak tak bisa melakukan aktivitasnya dengan lancar. "Kami menyampaikan mohon maaf atas kejadian ini," katanya. (*)