Berita Kabupaten Belu

Anak-Anak Diajar Memahami Lima Aspek Kecakapan Hidup

ChildFund melaksanakan Gebyar Cerdas Bersama Mitra tingkat Provinsi NTT di Atambua, Kabupaten Belu yang berlangsung di Hotel Matahari Atambua,

Anak-Anak Diajar Memahami Lima Aspek Kecakapan Hidup
POS KUPANG/TENY JENAHAS
Zonal Manager ChildFund NTT, Candra Kamtemala Dethan didampingi Project Officer Ita Kale saat memberikan keterangan tentang kegiatan Gebyar Cerdas Bersama Mitra di Hotel Matahari Atambua, Selasa (23/10/2018).

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Teni Jenahas

POS- KUPANG.COM|ATAMBUA---ChildFund melaksanakan Gebyar Cerdas Bersama Mitra tingkat Provinsi NTT di Atambua, Kabupaten Belu yang berlangsung di Hotel Matahari Atambua, Selasa (23/10/2018).

Dalam Gebyar Cerdas ini anak-anak diajarkan bagaimana anak memahami diri sendiri dan mengatasi permasalahan dalam kehidupan sehari-sehari. Selain itu, anak-anak dan perwakilan mitra banyak memperoleh ilmu tentang literasi keuangan.

"Bagaimana dia berinteraksi dengan sesama, bagaimana dia memanfaatkan fasilitas yang ada, bagaimana dia juga berkehidupan sosial sekitarnya begitu juga dampak yang lanjutnya itu terkait interaksi keuangan anak-anak. Bagaimana anak mengenal dirinya sendiri anak juga memahami kewajibannya," kata Zonal Manager ChildFund NTT, Candra Kamtemala Dethan kepada wartawan di Atambua, Selasa (23/10/2018).

Menurut Candra Kamtemala, ada lima elemen yang dipelajari anak anak dalam program Pendidikan Kecakapan Hidup dan Literasi Keuangan yaitu, Eksplorasi dan Pemahaman Diri, Hak dan Tanggung Jawab Anak, Menabung dan Membelanjakan, Perencanaan dan Anggaran, Usaha atau Kegiatan Sosial dan Finansial.

Project Officer, Ita Kale mengatakan, kegiatan gebyar ini menggunakan dua pendekatan yaitu, secara pendidikan formal berbasis komunitas dan juga berbasis sekolah.

"Kalau di sekolah sebagai bagian dari kegiatan ekstrakurikuler, kalau di komunitas kami bekerja sama dengan pemerintah desa," kata Ita Kale.

Baca: Keluhan Imigran, dari Anak Tak Sekolah Hingga Uang Bulanan

Baca: Waow ! BPK Temukan Rp 47,5 Miliar Kerugian Negara di Sikka

Menurut Ita Kale, sebelum project ini diimplementasi, ChildFund sudah mensosialisasikan kepada orang tua, pemerintah desa bahkan tokoh agama untuk sama-sama mendukung.

Menurut Ita Kale, budaya menabung bagi anak-anak di NTT masih sangat rendah. Orangtua lebih priortias pada urusan adat ketimbang menabung untuk anak-anak. Padahal kalau mau dihitung jumlah tabungan untuk anak-anak setiap hari sangat kecil, misalnya Rp 2.000 0er hari.

Hal ini sebenarnya tidak berat dan bisa dilakukan manakala ada komitmen dari orangtua untuk menabung uang bagi pendidikan anak-anak. Salah satu contoh, anak SD kelas II yang mendapat program ini sudah menabung uang senilai Rp 8 juta.

Baca: Gubernur NTT Ajak Wali Kota Kupang Jalan Pagi Untuk Pungut Sampah. Begini Alasannya

Menurut Ita Kale, dalam implementasi project ini, ChildFund sudah mempersiapkan SDM yang bagus dan tenaga pendamping yang profesional serta berkelakuan baik yang dibuktikan dengan surat keterangan dari kepolisian.

Disaksikan Pos Kupang.Com, kegiatan Gebyar Cerdas Bersama Mitra dibuka Wakil Bupati Belu, J.T Ose Luan. Hadir saat itu, Zonal Manager ChildFund, Candra Kamtemala Dethan, Project Officer
Ita Kale dan undangan lainnya. (*)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved