Berita Flores Timur Terkini

Agus Boli Lakukan Ini Saat Hadiri Peresmian Lango Belen Masyarakat Riang Pigang Tanjung Bunga

Lango Belen atau rumah besar masyarakat Kampung Riang Pigang Desa Ratulodo Kecamatan Tanjung Bunga Flores Timur ludes dilahap api.

Penulis: Felix Janggu | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/FELIKS JANGGU
Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli menerima berkat dari tetua suka dengan mengoles campuran sirih pinang pada dahinya di dalam rumah suku atau Lango Belen yang baru diresmikan hari itu Sabtu (20/10/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Feliks Janggu

POS-KUPANG.COM | LARANTUKA - Lango Belen atau rumah besar masyarakat Kampung Riang Pigang Desa Ratulodo Kecamatan Tanjung Bunga Flores Timur pekan lalu, 11 Oktober 2018 ludes dilahap api.

Dua rumah lumbung padi juga ikut terbakar. Bentuntung rumah adat atau Korke selamat dari lahapan si jago merah hari itu.

Masyarakat pemilik Lango Belen pun berembuk dan segera membangun rumah suku yang baru, dan rampung pada Kamis (18/10/2018).

Baca: Kompak Aksi Soal Air Bersih di Cancar, Kepala PDAM Tirta Komodo Manggarai Minta Maaf

Rumah suku dan rumah adat ini dibangun di atas lokasi kampung lama Riang Pigang di lereng bukit menuju Lamanabi.

Setelah rumah suku itu rampung dibangun, masyarakat suku berbondong-bondong ke kampung warisan leluhur mereka. Menggelar syukuran bersama.

Baca: Ini Tujuh Daerah yang Utus Sekolah Swasta Ikut Gebyar di Kota Kupang

Hadir pada puncak syukuran Sabtu (20/10/2018), Wakil Bupati Flores Timur Agustinus Payong Boli. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Petrus Pedo Maran. Ia juga anak suku kampung itu.

Anggota DPRD Flotim, Rofin Kabelen dan Saiful Sengaji. Ratusan masyarakat suku datang berpesta.

Musik tradisional gendang dan gong mengiringi selama penyelenggaraan syukuran hari itu. Masyarakat juga menerima berkat ala masyarakat suku, termasuk Agus Boli.

Masuk di rumah besar suku, Agus Boli menundukkan kepala dan seorang tetua adat dengan campuran sirih pinang, dan kemiri.

"Ini sebuah berkat, simbol keselamatan, berkat kekayaan dan perlindungan," kata Agus Boli usai menerima berkat dari tetua suku setempat.

Selanjutnya seluruh masyarakat suku berbaris menunggu giliran menerima berkat, menandai pada dahi campuran sirih pinang dan kemiri. (*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved