Berita Kabupaten TTU

BREAKING NEWS: Nenek Ini Ditemukan Tak Bernyawa di Kali Noeana TTU

eorang nenek bernama Bencuana Takua (65) ditemukan tak bernyawa di kali Noeana, Desa Naiola, Kecamatan Bikomi Selatan pada,

BREAKING NEWS: Nenek Ini Ditemukan Tak Bernyawa di Kali Noeana TTU
istimewa
Korban ditemukan meninggal di Kali Noeana, Desa Naiola, Kecamatan Bikomi Selatan, Kamis (11/10/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU-Seorang nenek bernama Bencuana Takua (65) ditemukan tak bernyawa di kali Noeana, Desa Naiola, Kecamatan Bikomi Selatan pada, Kamis (11/10/2018) sekira pukul 19:00 Wita.

Nenek yang berasal dari Tauf, RT/RW 066/006, Kelurahan Kefa Selatan, Kecamatan Kota Kefamenanu Kabupaten TTU itu ditemukan meninggal hanya mengenakan celana pendek saja.

Baca: Menteri PUPR Menerima Penghargaan GridOto Award 2018 Kategori Kontribusi untuk Negeri

Wakil Kepala Kepolisian Resort (Waka Polres) Kabupaten TTU, Kompol. Yeter B. Selan ketika dikonfirmasi oleh Pos Kupang, Jumat (12/10/3018) membenarkan adanya peristiwa itu.

Penemuan mayat korban, jelas Yeter, bermula ketika pada pukul 18:00 Wita, masyarakat sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) menghubungi dan menjelaskan kepada Stefanus Opat bahwa ada salah seorang warga yang tidur di Kali Noeana.

"Saat itu Stefanus Opat dan Laurensius Oetpah langsung menuju ke TKP dan menemukan Korban dalam keadaan meninggal dunia," jelas Yeter.

Yeter mengatakan, berdasarkan keterangan dari anak korban yang bernama Yanti Takua mangatakan bahwa ibunya meninggalakan rumah sejak tanggal 4 Oktober 2018 lalu.

"Selain itu korban memiliki riwayat mengidap penyakit ayan sejak kecil. Korban sering meninggalkan rumah dan tanpa memberitahu tujuannya sehingga anaknya dan keluarga sering melakukan pencarian," katanya.

Yeter mengatakan, bekas luka yang terdapat pada tubuh korba adalah bekas luka bakar yang terjadi pada saat penyakit ayan korban kambuh.

"Kuat dugaan korban meninggal karena kelaparan atau kehausan mengigat korban meninggalkan rumah sejak Tanggal 04 Oktober 2018," ungkapnya.

Yeter mengatakan, secara kasat mata tidak terdapat tanda-tanda kekerasan yang terdapat pada tubuh korban dan keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

"Keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah menolak untuk dilakukan Visum dengan membuat surat penolakan dilakukan visum atau otopsi," jelasnya. (*

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help