Berita Regional Terkini

Sumur Misterius Mirip Kawah di Cilacap Bisa Jadi Gas Biogenik

Kemunculan sejumlah sumur alam secara misterius di areal lahan milik Perhutani petak 27 masuk Dusun Gayamsari, Desa Rawajaya, Cilacap

Editor: Kanis Jehola
KOMPAS.com/Dok. MDMC Cilacap
Sejumlah sumur alam muncul secara misterius di areal lahan milik Perhutani petak 27 masuk Dusun Gayamsari, Desa Rawajaya, Kecamatan Bantarsari, Cilacap, Jawa Tengah. Sumur berdiameter 50 centimeter itu menyerupai kawah kecil dan mengeluarkan letupan gas disertai lumpur. 

POS-KUPANG.COM | CILACAP - Kemunculan sejumlah sumur alam secara misterius di areal lahan milik Perhutani petak 27 masuk Dusun Gayamsari, Desa Rawajaya, Kecamatan Bantarsari, Cilacap, Jawa Tengah dapat menjadi berkah untuk masyarakat sekitar.

Sebab, sumur berdiameter 50 centimeter yang menyerupai kawah kecil tersebut mengeluarkan gas rawa yang dapat dimanfaatkan sebagai gas biogenik.

Ketua Jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Jenderal Soedirma (Unsoed), Siswandi Kastari menjelaskan, gas rawa ini mengandung gas metan (CH4), carbon monoksida (CO), carbon dioksida (CO2), Hidrogen Sulfida (HS) dan Sulfur (S).

Baca: Bupati Elias Sampaikan Pesan Ini kepada Peserta Diklat Bimtek dan Sertifikasi di Nagekeo

Gas metan inilah yang menurut Siswandi dapat dimanfaatkan sebagai beiogenik untuk kebutuhan energi skala rumah tangga dan industri kecil.

"Teknisnya, gas metan ini dialirkan melalui pipa dan ditampung dalam sebuah bejana untuk kemudian disalurkan ke dapur-dapur warga," katanya.

Untuk itu, lanjut Siswandi, perlu dilakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan instansi terkait perihal potensi energi baru dan terbarukan tersebut.

Baca: Proses PAW Anggota DPRD Ende Jadi Kewenangan Partai

"Perlu survey Seismic dangkal (Strata box), pemboran dan Analisa TOC (total organic contents) dan analisa gas biogenik, untuk bisa menghitung potensi gas biogenik yang ada di daerah tersebut," jelasnya.

Dari hasil penelusuran yang dilakukan pada laman geologi.co.id, ada sejumlah desa di Jawa Tengah yang sukses memanfaatkan gas biomassa ini untuk kebutuhan rumah tangga.

Diantaranya yakni Desa Made, Kecamatan Ngrampal, Sragen; Desa Kaliduren, Kecamatan Borobudur, Magelang; Desa Karangmoncol, Kecamatan Randudongkal, Pemalang; dan Desa Pegundungan, Kecamatan Pejawaran, Banjarnegara.

Sementara Kompas.com pada 15 November 2017 juga pernah mewartakan pemanfaatan gas rawa di Desa Rajek, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Keberadaan gas rawa di daerah tersebut berawal dari pengeboran sumur disusul munculnya semburan air yang dahsyat.

Isyarat alam di Desa Rajek membuat gatal telinga pemerintah sehingga ditindaklanjuti. Pada 2013, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah menerjunkan tim ahli geologi untuk menggelar riset di Desa Rajek.

Di luar perkiraan, hasil penelitian mencatat bahwa ternyata kandungan gas alam melimpah ruah terpendam di tanah Desa Rajek.

Secara ilmiah, ahli geologi yang diterjunkan menyebutkan bahwa gas alam di Desa Rajek itu sebagai gas rawa, yaitu gas alam yang bersemayam di kedalaman yang dangkal.

Di Desa Rajek, gas yang terbentuk dari fosil hewan dan tumbuhan itu ditemukan di kedalaman sekitar 30-40 meter. Dari tiga titik lokasi pengeboran, air yang mengandung gas rawa itu dialirkan melalui pipa atau pipanisasi menuju separator.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved