Berita Kota Kupang

El Tari, Mati Tak Berharta Tapi Meninggalkan Nilai

Sosok mantan Gubernur NTT El Tari mungkin tidak dikenal banyak anak muda NTT zaman sekarang.

El Tari, Mati Tak Berharta Tapi Meninggalkan Nilai
POS KUPANG/AMBUGA LAMAWURAN
Diskusi tentang "Meneroka Kembali Tipe Kepemimpinan El Tari" di halaman Kantor Institut of Research Government and Sosial Changes (IRGSC), Jln. Walter Mongonsidi, Keluraha Oebobo, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Jumat (21/9/2018). 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Ambuga Lamawuran

POS-KUPANG.COM|KUPANG--Sosok mantan Gubernur NTT El Tari mungkin tidak dikenal banyak anak muda NTT zaman sekarang. Para pemuda mungkin mengingat nama itu kala mereka ke bandara di Kota Kupang, dan membaca nama itu di depan pintu masuk Bandara El Tari, atau menghafal salah satu nama jalan di Kota Kupang.

Mungkin para pemuda NTT zaman sekarang tidak terlalu tahu. Tapi El Tari, adalah sosok pemimpin dan mantan gubernur NTT yang mati tidak meninggalkan harta. Yang ia tinggalkan adalah nilai kehidupan.

Hal ini diungkapkan oleh Frans X. Skera, penulis buku "Ciri Khas dan Warisan Pemimpin Pemerintahan Provinsi Nusa Tenggara Timur, dari El Tari ke Lebu Raya", dalam diskusi tentang "Meneroka Kembali Tipe Kepemimpinan El Tari".

Diskusi ini digelar di halaman Kantor Institut of Research Government and Sosial Changes (IRGSC), Jln. Walter Mongonsidi, Keluraha Oebobo, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Jumat (21/9/2018).

Frans adalah saksi hidup sepak terjang El Tari dalam memimpin NTT. Pak Tari, begitulah Frans biasa memanggil El Tari, telah meninggalkan nilai-nilai yang patut ditiru.

"Satu hal yang mungkin dari pihak keluarga sangat tahu, ialah soal kematian Pak Tari. Dia seorang pemimpi yang sewaktu meninggal tidak punya apa-apa. Dia tidak meninggalkan harta," ujar Frans mengenang kembali El Tari.

Tetapi, Frans menurutkan begitu banyak nilai kehidupan yang ditinggalkan El Tari.

Pertama, kata Frans, El Tari adalah pemimpin yang memiliki daya tarik karena wibawa. Dia berwibawa bukan karena pangkat dan jabatan, tapi karena dia memang memiliki kelebihan.

"Kelebihannya adalah disiplin. Dia juga sederhana namun tegas. Di atas segala-galanya, dia sangat mencintai sekaligus mengayomi rakyat dan daerahnya," kisah Frans.

Halaman
12
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help