Berita PORProv NTT

Porprov NTT Tahun 2018 Tanggal 10-16 September Berstandar PON

Untuk pertama kalinya, Pekan Olahraga Provinsi NTT menggunakan pelbagai peralatan yang berstandar Pekan Olahraga Nasional (PON)

Porprov NTT Tahun 2018 Tanggal 10-16 September Berstandar PON
pos kupang.com, ricko wawo
Andre Koreh selaku Ketua KONI NTT sebelum upacara pengalungan medali kepada para atlet voli di Lapangan Voli GOR Oepoi Kupang, Sabtu (15/9/2018) malam. 

Laporan Reporter Pos Kupang. Com, Ricko Wawo

POS KUPANG.COM - Untuk pertama kalinya, Pekan Olahraga Provinsi NTT menggunakan pelbagai peralatan yang berstandar Pekan Olahraga Nasional (PON). Beberapa peralatan teknologi sebagaimana yang digunakan dalam cabor atletik dan pencak silat juga untuk pertama kalinya digunakan dalam event olahraga terbesar di NTT ini.

Terobosan ini merupakan salah satu upaya KONI NTT untuk membiasakan para atlet berlaga dengan fasilitas yang berstandar PON dan juga sebagai upaya untuk mendongkrak prestasi.

Baca: Gubernur Vicktor Janji NTT Jadi Punyambang Garam Nasional 2019

Baca: Lazim Djati Raih Emas Nomor Bergengsi Randori 65kg

Demikian yang dijelaskan Andre Koreh selaku Ketua KONI NTT sebelum upacara pengalungan medali kepada para atlet voli di Lapangan Voli GOR Oepoi Kupang, Sabtu (15/9/2018) malam.

"Kenapa saya bilang porprov kali ini jauh lebih baik dari porprov sebelumnya karena kami mengharapkan semua cabor menggunakan standar sebagaimana yang ada di PON. Semua menggunakan standar PON," jelasnya.

Ia mengatakan semua cabor yang dipertandingkan dalam Porprov 2018 berjalan baik dan lancar. Bahkan, katanya, para ketua kontingen sendiri menilai kalau Porprov tahun ini dari segi kualitas jauh lebih baik dari penyelenggaraan tahun sebelumnya.
22 Kabupaten/Kota di NTT, jelasnya, bahkan ikut serta ambil bagian dalam penyelenggaraan Porprov 2018. Ia mengakui kalau Poprov 2018 berlangsung dengan tertib, aman dan lancar.

"Secara keseluruhan berlangsung dengan baik."

Setiap pengurus cabor, ungkapnya, juga sedang memperhatikan dan menyeleksi bibit bibit atlet potensial yang akan ikut dalam Pra PON 2019. Ia berharap setiap cabor bisa meloloskan atlet sebanyak banyaknya menuju Pra PON 2019.

Untuk keikutsertaan Pra PON 2019, lanjut Andre, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada pengurus provinsi masing masing cabor untuk melakukan seleksi dan evaluasi, KONI NTT sendiri nantinya berusaha memfasilitasi sehingga para atlet bisa mengikuti Pra PON dengan baik.

Disampaikan, dalam hal ini, sarana pra sarana yang menjadi kendala juga KONI jembatani.

"Porprov ini telah menunjukkan peta kekuatan dari atlet atlet kita, kemudian selama satu tahun kita akan lakukan perbaikan perbaikan menuju Pra PON 2019," terangnya.
Usai gelaran Porprov 2018 selama seminggu ini, pihaknya sekarang memfokuskan diri untuk Pra PON 2019 dan NTT emas di PON 2020.

KONI NTT sendiri akan memfasilitasi keempat belas cabor untuk berlaga di ajang Pra PON 2019.

"KONI NTT tidak mengintervensi para pengurus cabang olahraga dalam menentukan atlet tetapi kalau dia lolos Pra PON maka akan jadi tugas KONI untuk memfasilitasi dan membiayai para atlet," jelasnya.

Terkait cabang olahraga karate yang tidak masuk dalam cabor yang dipertandingkan dalam Porprov 2018, Andre menyebutkan KONI NTT memang sejak awal tidak mengikutsertakan karate dalam Porprov 2018 karena adanya dualisme atau masalah internal di dalam kepengurusan FORKI NTT sendiri.

Namun, katanya, apabila FORKI NTT mau menggelar kejurda tersendiri dalam rangka seleksi atlet menuju Pra PON 2019, maka para atlet karate bisa juga diloloskan dan difasilitasi. Katanya, para atlet karate tetap bisa ikut Pra PON 2019 (*)

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help