Berita Regional

4 Orang Mengaku dari Ormas Ini Diduga Lakukan Pungli

Aksi dugaan pungutan liar ( pungli) terjadi di sebuah ruko yang sedang direnovasi di Jalan Taman Galaxy Raya, Bekasi Selatan, Kota Bekas

4 Orang Mengaku dari Ormas Ini Diduga Lakukan Pungli
ILUSTRASI
Ilustrasi Pungli 

POS-KUPANG.COM | BEKASI - Aksi dugaan pungutan liar ( pungli) terjadi di sebuah ruko yang sedang direnovasi di Jalan Taman Galaxy Raya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, pada Selasa (11/9/2018).

Pungli itu dilakukan empat orang yang mengaku sebagai perwakilan sebuah organisasi masyarakat ( ormas).

Lukman Hakim, salah satu karyawan ruko tersebut mengatakan, empat orang yang mengaku dari ormas itu mendatangi dirinya ketika berada di ruko yang sedang direnovasi dan meminta uang sebesar Rp 5 juta.

Baca: KOPRI PMII Kupang Gelar Seminar Kebangsaan Peran Perempuan dalam Pembangunan NTT

"Selasa (11/9/2018) ada empat orang datang ngakunya dari ormas, minta uang Rp 5 juta. Mereka bilang kita banyak salah membangun, tidak mengikuti aturan mereka yang katanya menguasai daerah dia," kata Lukman, Minggu (16/9/2018).

Lukman mengatakan, keempat orang tersebut mempermasalahkan puing yang ditaruh di depan ruko. Menurut mereka, puing itu menghalangi jalan. Tidak adanya spanduk pemberitahuan soal renovasi ruko disebut juga dipermasalahkan para pelaku.

"Mereka bilang puing yang kita taruh depan ruko itu halangin jalan padahal itu di depan ruko kita sendiri, mereka pokoknya minta uang katanya buat keamanan lah," ujar Lukman.

Keempat pelaku mengklaim meminta uang Rp 5 juta untuk lima ormas. Lukman hanya memberikan Rp 500.000 lantaran tidak sanggup memenuhi permintaan para pelaku.

Buntutnya, keempat pelaku mengamuk dengan menendang sebuah kaleng cat hingga tumpah.

"Mereka minta Rp 5 juta, saya tanya atasan saya, atasan saya tidak sanggup jadi hanya beri Rp 500.000. Mereka marah tendang kaleng cat, pada tumpah jadinya," ucap Lukman.

Saat itu para pelaku pulang dan menyatakan akan kembali lagi Jumat (14/9/2018) untuk meminta sisanya Rp 4,5 juta.

Namun, pada Jumat, Lukman mengatakan, atasannya tetap tidak mau memberikan uang sisa yang diminta keempat pelaku tersebut.

"Sempet ada adu mulut antara atasan saya (pemborong) dengan mereka (pelaku), mereka juga direkam oleh atasan saya, kerekam juga oleh CCTV ruko," ujar dia. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help