Berita NTT

Divonis 8 Tahun Penjara! Bupati Non Aktif Ngada, Marianus Sae Belum Bersikap

Bupati Non aktif Ngada, Marianus Sae belum bersikap ten‎tang putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Surabaya. Hakim memvonis mantan

Divonis 8 Tahun Penjara! Bupati Non Aktif Ngada, Marianus Sae Belum Bersikap
TRIBUN JATIM
Bupati Ngada nonaktif, Marianus Sae menyampaikan pledoi di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Surabaya, Jumat (7/9/2018). 

Laporan Reporter POS-K‎UPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM/KUPANG --- Bupati Non aktif Ngada, Marianus Sae belum bersikap ten‎tang putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Surabaya. Hakim memvonis mantan Calon Gubernur NTT itu selama delapan tahun penjara.

Salah satu tim Penasihat Hukum terdakwa, Marianus Sae, Agustinus Payong Dosi, S.H,M.H yang dihubungi POS-KUPANG ‎, Jumat (14/9/2018) mengatakan, setelah mendengar pembacaan vonis majelis hakim, klien mereka belum menyatakan sikap terhadap putusan itu, apakah menerika atau menyatakan upaya banding.

Baca: Cabor Kempo! Kota Kupang Tidak Terbendung dalam Pengumpulan Emas

Baca: Besok, Ketua Umum PB TI Lantik Pengprov Taekwondo NTT di Aston Hotel

"Jadi klien kami belum menyatakan sikap atas vonis hakim itu, apakah menerima atau banding ataukah menyatakan keberatan," kata Agustinus.

‎Dia menjelaskan, selain klien mereka, JPU juga belum menyatakan sikap atas vonis majelis hakim.

Lebih lanjut, Agustinus mengatakan, selaku tim penasihat hukum, mereka keberatan dengan putusan majelis hakim.

"Secara pribadi saya keberatan terhadap putusan majelis hakim, karena tidak semua fakta persidangan dipertimbangkan oleh hakim," katanya.

Dia mencontohkan, keterangan saksi-saksi dari kelompok kerja (pokja) Unit Layanan Pengadaan (ULP) yang menyatakan klien mereka tidak pernah intervensi dalam penetapan pemenang lelang yang tidak dipertimbangkan hakin," ujarnya.

Sedangkan dalam salah satu pertimbangan itu, dinyatakan‎ bahwa Marianus Sae telah berjasa dalam pembangunan di Kabupaten Ngada .

"Ada pertimbangan itu, tapi kenapa dijatuhkan hukuman yang berat. Ada juga pertimbangan hakim yang menyatakan terdapat hal yang memberatkan karena terdakwa tidak mengembalikan kerugian negara," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help