VIDEO: Gubernur NTT Viktor Laiskodat Pidato Perdana, Sebut Lima Program Andalan

Viktor Laiskodat mengatakan akan fokus pada lima program, yakni pariwisata, kesejahteraan rakyat, SDM, infrastruktur dan reformasi birokrasi.

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Lasikodat mengatakan, selama lima tahun kepemimpinannya, akan fokus pada lima program, yakni pariwisata, kesejahteraan rakyat, sumber daya manusia, infrastruktur dan reformasi birokrasi.

Pembangunan kepariwisataan NTT merupakan program utama. Untuk mendukung program dimaksud, Viktor berencana membuat peraturan daerah (Perda) tentang persampahan, di antaranya mengatur sanksi kepada yang membuang sampah sembarangan dikenakan denda Rp 50.000.

"Program utama adalah pariwisata. Sektor pariwisata jadi penggerak dari semua sektor pembangunan. Sebagai penggerak ekonomi, kalau bicara pariwisata maka kita bicara semua sektor," kata Viktor ketika berpidato dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD NTT, Senin (10/9/2018) pagi.

Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat (kiri) bersama Wakil Gubernur Josef Nae Soi (kanan) melakukan salam komando seusai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/9/2018).
Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat (kiri) bersama Wakil Gubernur Josef Nae Soi (kanan) melakukan salam komando seusai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/9/2018). (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Ini merupakan pidato perdananya setelah Viktor Laiskodat dan Josef Nae Soe dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTT periode 2018-2013 oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, Rabu (5/9/2018). Rapat paripurna istimewa dibuka Ketua DPRD NTT, H. Anwar Pua Geno.

Menurut Viktor, orang NTT dan Indonesia umumnya bicara tentang pariwisata langsung ke otaknya hotel dan soal budaya. "Kaitannya sangat erat dengan berbagai soal seperti hotel, makan minum, keramahan, sampah dan sebagainya," ujarnya.

Mantan Ketua Fraksi NasDem DPR RI ini mengatakan, akan membuat peraturan daerah (Perda) tentang persampahan beserta sanksinya. "Kita akan buat perda, bagi yang buang sampah sembarangan akan bayar Rp 50.000. Kalau sudah ada perda berarti tidak ada orang yang buang sampah ," tandasnya.

Indonesia masuk dalam deretan negara pariwisata di dunia. Karena itu, sektor pariwisata perlu menjadi perhatian. Meski memiliki sejumlah potensi pariwisata, namun ada berbagai persoalan yang dihadapi.

"Kita bilang Pasola, Komodo itu kita punya. Pertanyaannya, kalau punya itu artinya apa? Kita punya berarti pemilik. Pemilik itu artinya menguasai dan bisa beri manfaat," katanya.

Potensi lain, lanjut Viktor soal tenun ikat di masyarakat. "Kain tenun ikat, indah eksotik, hasil karya perempuan NTT. Jangan pernah bilang NTT bodoh, kami telah pesembahkan ini ke dunia," ujarnya.

Simak video di atas! (*)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Alfons Nedabang
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved