Berita Kota Kupang

Hasil Exercise Rajawali Ausindo 2018, Reza Sastranegara Sebut Australia dan Indonesia Saling Belajar

Pelaksanaan latihan bersama antara TNI AU dan Royal Australian Air Force (RAAF) dalam bidang pengoperasian pesawat angkut

Hasil Exercise Rajawali Ausindo 2018, Reza Sastranegara Sebut Australia dan Indonesia Saling Belajar
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Direktur Latihan Exercise Rajawali Ausindo 2018 Kolonel Pnb Reza Sastranegara memberikan miniatur Pesawat Hercules A1331 kepada Atase Angkatan Udara Australia Group Capt Steve Cook saat penutupan kegiatan latihan bersama di ruag VIP Lanud El Tari Kupang, Jumad (7/9/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pelaksanaan latihan bersama antara TNI AU dan Royal Australian Air Force (RAAF) dalam bidang pengoperasian pesawat angkut dengan callsign Exercise Rajawali Ausindo 2018 yang dilaksanakan selama lima hari sejak Senin hingga Jumad (3-7 September 2018) di Lanud EL Tari Kupang resmi berakhir.

Direktur Latihan Exercise Rajawali Ausindo 2018 Indonesia, Kolonel Pnb Reza Sastranegara menyebut selama pelaksanaan latihan bersama tim TNI AU Indonesia yang diwakili oleh Squadron 32 Abd Rachman Saleh Malang dan tim RAAF Australia Squadron 37 Richmond Base saling belajar dan saling memperkaya baik dalam hal pengalaman maupun dalam hal kecakapan.

Baca: Padma Dukung Moratorium Tambang di NTT

"Dalam latihan ini, tidak selamanya mereka lebih banyak atau lebih mengetahui hal yang lain, tetapi bisa juga mereka belajar dari kita," ungkap Reza kepada POS-KUPANG.COM seusai seremonial penutupan Exercise Rajawali Ausindo 2018 di ruang VIP lanud El Tari Kupang, Jumad (8/9/2018).

Reza menjelaskan, selama lima hari melakukan latihan bersama, kedua tim bisa saling mengenal sebagai counterpart dalam melakukan pengoperasioan baik pesawat Hercules C130 oleh tim RAAF maupun pengoperasian Hercules A1331 oleh tim TNI AU.

Selain itu, dalam latihan ini juga tingkat persahabat yang terjalin antara kedua tim Squadron pengangkut di kedua angkatan udara ini semakin tinggi.

"Hasil selama lima hari latihan adalah pertama kita lebih mengenal dalam hal ini counterpart latihan kita (RAAF Australia) dalam mengoperasikan pesawat C130 Hercules dalam konteks pelaksaanaan operasi dan latihan, sehingga kita bisa mendapatkan wawasan yang lebih, bagaimana interoperatebility pesawat Hercules, dan tentunya kita telah menjalin suatu persahabatan dengan mereka yang bisa menjadi satu modal untuk exesrcise berikutnya," ungkap Reza.

Hasil dari eksercise selama lima hari ini, lanjut Reza, bisa dievaluasi dan baik bagi tim Indonesia maupun bagi tim Australia bisa menjadi masukan yang yang dapat diberikan kepada pimpinan di Mabes, sehingga apabila dalam latihan yang sama pada kali mnedatang, maka harus lebih meningkat dari exercise kali ini.

"Harapan saya, mungkin pelibatan pesawat lebih banyak lagi untuk exercise berikutnya, minimal dua-dua untuk masing masing tim, sehingga bisa dilaksanakan dengan lebih baik," imbuhnya.

Untuk jenis pesawat angkut yang digunakan dalam latihan bersama ini pun memang berbeda, tim RAAF menggunakan pesawat angkut Hercules tipe J sedangkan tim TNI AU menggunakan pesawat angkut Hercules tipe H.

"Dahulu mereka menggunakan pesawat yang sama dengan kita, sekarang semua pesawat herculesnya menggunakaan tipe J sedangkan yang kita gunakan masih tipe H, tentunya ada perbedaan system pesawat namun Hercules adalah Hercules. Tidak banyak yang berbeda dalam hal manuver dan lain-lain, namun tentunya prosedur, karakter pesawat mungkin sedikit berbeda, namun secara umum sama," jelas Reza.

Soal teknik, Reza mengakui ada sedikit perbedaan, namun ia mengakui jika tim Indonesia sudah memiliki teknik tersendiri dan hanya butuh dikemas dengan baik sehingga bisa diaplikasikan misalnya dalam penerjunan di atas air atau di lepas pantai. (*)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved