Berita Kabupaten Lembata

Bupati Lembata Bicarakan Potensi Garam dengan Gubernur Laiskodat

Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur berencana membicarakan potensi garam di Kabupaten Lembata dengan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat.

Bupati Lembata Bicarakan Potensi Garam dengan Gubernur Laiskodat
POS-KUPANG.COM/Frans Krowin
Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur, memberi arahan tentang potensi garam Talobaran, Kamis (6/9/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur berencana untuk membicarakan potensi garam yang ada di Kabupaten Lembata dengan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat.

Pasalnya, Lembata sangat potensial bagi pengembangan garam untuk memenuhi kebutuhan daerah ini.

Hal itu disampaikan Bupati Sunur saat acara panen perdana garam di Desa Tapobaran, Kecamatan Lebatukan, sekitar 30.km arah timur Lewoleba, Kamia (6/9/2018). Panen perdana garam itu dihadiri sejumlah pejabat eselon II di daerah tersebut.

Baca: Plh Ketua KPU TTS: Masih Ada Waktu untuk Mencari C1 KWK Berhologram yang Belum Ditemukan

"Untuk lahan setengah hektare saja bisa dipanen garam berkualitas bagus seperti ini, apalagi kalau lahan yang digarap semakin luas. Nanti, saya akan membicarakan potensi garam ini dengan Gubernur NTT yang baru, Pak Viktor Laiskodat," ujarnya.

Saat membicarakan potensi garam itu dengan Gubernur Laiskodat, lanjut Bupati Sunur, pihaknya tak bisa menyebutkan luas lahan 10 atau 20 hektar saja. Lahan yang dibicarakan harus luas sehingga bisa didorong sebagai peluang investasi.

Untuk itu, lanjut Bupati Sunur, para pemilik tanah harus bekerja sama dengan pemerintah. Artinya tuan-tuan tanah hendaknya memberikan lahannya untuk dikelola pemerintah dalam rangka pengembangan lahan garam di daerah itu.

Nanti, lanjut dia, di atas lahan garam itu, masyarakat setempat akan direkrut sebagai pekerja pada tambak tersebut. Jika ini direspon baik oleh maayarakat, maka pihaknya akan membicarakan serius dengan pemerintah propinsi dan merencanakan bersama-sama pengembangan garam di Lembata.

Menurut Bupati Sunur, hanya setengah hektare saja garam Tapobaran itu menghasilkan Rp 1,2 miliar bagi daerah itu, apalagi kalau lahan yang digarap mencapai 100 hektar atau lebih. Hasil yang didapat pasti lebih banyak lagi. Uang yang didapat juga miliaran rupiah.

Bila demikian adanya, lanjut Bupati Sunur, maka masyarakat Lembata tak perlu lagi merantau ke Malaysia atau di negara lainnya. Cukup tinggal di Lembata dan bekerja pada lahan garam yang ada. Haail dari garam itu bisa membiayai hidup para pekerja.

"Jadi saya minta masyarakat mendukung pemerintah untuk mengembangkan garam di Lembata. Bila ini terjadi maka daerah ini akan berkembang pesat dengan tingkat kesejahteraan masyarakat juga membaik dari waktu ke waktu," ujarnya. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved