Berita Internasional

Ledakan Bom di Warnet di Filipina, Satu Orang Tewas

Sebuah ledakan yang diyakini berasal dari bom kembali terjadi di Filipina. Kali ini satu orang dilaporkan tewas.

Ledakan Bom di Warnet di Filipina, Satu Orang Tewas
KOMPAS.com/Shutterstock
Ilustrasi bom 

POS-KUPANG.COM | MANILA - Sebuah ledakan yang diyakini berasal dari bom kembali terjadi di Filipina. Kali ini satu orang dilaporkan tewas.

Ledakan yang terjadi pada Minggu (2/9/2018), menghancurkan sebuah warung internet di Isulan, Filipina selatan. Sebanyak 15 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

Insiden ledakan kali ini menjadi yang kedua terjadi di Filipina dalam satu bulan terakhir.

Baca: Netanyahu Puji Langkah AS Hentikan Pendanaan untuk UNRWA

Sebelumnya pada 28 Agustus, ledakan bom juga terjadi di tengah festival jalanan dan menewaskan tiga orang dan melukai puluhan lainnya.

Tidak ada pihak yang mengaku bertanggung jawab dalam ledakan kali ini, namun otoritas keamanan mengarahkan tuduhannya kepada kelompok militan Filipina yang terkait ISIS, Bangsamoro Islamic Islamic Fight Fighters (BIFF).

"Kami meyakini BIFF adalah pihak yang bertanggung jawab. Kelompok ini muncul untuk menabur kekacauan," kata Jenderal Angkatan Darat Filipina, Cirilito Sobejana, kepada AFP.

Sementara Kantor Wali Kota Isulan melaporkan di antara korban luka akibat ledakan kali ini, empat orang berada dalam kondisi kritis.

Teror ledakan bom di Filipina kali ini menjadi aksi kekerasan terbaru yang terjadi di wilayah selatan kepulauan dengan mayoritas warga penganut Katolik dan kelompok militan Islam menentang pemerintah telah muncul dalam satu dekade terakhir.

Serangkaian ledakan tersebut terjadi menyusul langkah pemerintahan Presiden Rodrigo Duterte yang memberlakukan undang-undang otonomi yang lebih besar bagi minoritas Muslim di selatan yang diharapkan dapat membantu mengakhiri konflik.

Namun pihak berwenang menyatakan kekhawatiran akan undang-undang tersebut justru mendorong sejumlah kelompok militan untuk melancarkan serangan dalam upaya menggagalkan proses perdamaian.

Beberapa kelompok bersenjata telah aktif melawan pasukan pemerintah di Filipina selatan, di mana pemberontakan telah berlangsung selama beberapa dekade dan menewaskan lebih dari 100.000 jiwa. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved