Berita Kabupaten Sikka

Empat Langkah Bagi Desa dan Kecamatan di Sikka Tangani Rabies

Kematian akibat gigitan anjing penular virus rabies menimpa EG (5,5) hari Minggu (2/9/2018) dan tingginya temuan spesimen positif rabies

Empat  Langkah Bagi Desa dan Kecamatan  di  Sikka Tangani  Rabies
KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA
Ilustrasi tenaga medis memberikan vaksin. 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Euginius Mo’a

POS-KUPANG.COM| MAUMERE--Kasus kematian   akibat  gigitan  anjing  penular virus rabies  menimpa  EG (5,5)  hari Minggu (2/9/2018) dan tingginya  temuan  spesimen positif   rabies di  Kabupaten  Sikka, Pulau  Flores, Propinsi  Nusa Tenggara  Timur  (NTT)  mendorong penjabat  Bupati  Sikka, Drs.Flori  Mekeng mengeluarkan empat langkah wajib  kepada para  kepala desa dan camat di  Sikka.

Flori  Mekeng menyampaikannya  itu   dalam  keterangan   pemerintah  terhadap   pemandangan umum  fraksi-fraksi  DPRD Sikka  atas nota pengantar rancangan  kebijakan  umum anggaran  APBD serta prioritas  dan plafon  anggaran sementara  TA 2019,  Senin   (3/9/2018) di   DPRD  Sikka.

Lengkah  pertama, menggerakan masyarakat atau pemilik anjing berpartisipasi  aktif  dalam  vaksinasi  rabies. Kedua, menyampaikan kepada  masyarakat membatasi pergerakan anjing dengan  cara mengikat atau mengurung  anjing, sehingga tidak  berkeliaran  untuk  mengurangi  resiko penularan rabies dalam populasi anjing dan mencegah penularan kepada manusia.

Ketiga,  memantau secara  rutin perkembangan kasus gigitan  dan apabila terdapat korban  gigitan   hewan penular  rabies segera datang ke  fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Selanjutnya melaporkan  kepada   Dinas Pertanian  Kabupaten  Sikka atau media  rabies  center.

Keempat menyampaikan  kepada masyarakat  segera mencuci  luka bekas  gigitan dengan sabun  pada air  selama  15 menit sebagai  pertolongan pertama pencegahan  rabies dan segera membawa korban  ke  fasilitas kesehatan  terdekat.  

Korban  gigitan anjing rabies  EG asal Desa  Baomekot, Kecamatan Hewokloang  dibawa  keluarganya  ke RSUD  dr.TC Hillers, Sabtu  (1/9/2018). Nyawa  EG  tak  terselamatkan dan meninggal dunia, Minggu (2/9/2018)  pukul  07.05  Wita.  Kematian ini,kasus  pertama selama  tiga  tahun  terakhir.( *)

  

 


Penulis: Eugenius Moa
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved