Berita NTT

Diduga Terlibat Jaringan Human Trafficking, Dua Ibu Rumah Tangga Diamankan Polda NTT

Dua orang ibu rumah tangga diamanakan tim Ditreskrimum Polda NTT karena disangkakan terlibat jaringan kasus perdagangan orang (human trafficking)

Diduga Terlibat Jaringan Human Trafficking, Dua Ibu Rumah Tangga Diamankan Polda NTT
pos kupang.com, ryan nong
Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda NTT Kompol Rudy JJ Ledo SIK yang didampingi Paur Infodok Subbid PID Bidang Bidang Humas Polda NTT AKP Shedra memberikan konferensi pers untuk kasus TPPO dengan korban Sesdi Meranti Naif di Ditreskrimum Polda NTT pada Jumad (31/8/2018) 

 Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM | KUPANG – Dua orang ibu rumah tangga diamankan Tim Ditreskrimum Polda NTT, Jumat (31/8/2018) siang.

Keduanya ditangkap Polda NTT karena disangka terlibat jaringan kasus perdagangan orang (human trafficking).

Kedua ibu rumah tangga tersebut diduga terlibat perdagangan orang yakni Sesdi Meranti Naif, gadis asal Molo Utara, TTS, yang dipekerjakan di Pekanbaru, Riau.

Kedua tersangka itu adalah MP, seorang ibu rumah tangga yang berdimisili di Soe dan LO alias E, seoarang ibu rumah tangga yang berdomisili di daerah Penfui Kota Kupang. Mereka terlibat jaringan perdagangan orang dengan masing masing bertugas sebagai perekrut dan Sponsosor.

Baca: Disiapkan Anggaran DPRD Mabar ke Jakarta terkait Penolakan Pembangunan Rest Area Pulau Rinca

Baca: KPK Temukan Sarjana Pertanian di RSUD dan Sarjana Agama di Dinkes, Begini Pengakuan Sekda TTS

Baca: Perolehan Medali Sementara Asian Games 2018, Netter Keluhkan Sulit Beli Tiket Closing Ceremony

Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda NTT Kompol Rudy JJ Ledo SIK yang didampingi Paur Infodok Subbid PID Bidang Humas Polda NTT AKP Shedra mengungkapkan perkara tindak pidana penjualan orang (TPPO) ini.

Peristiwa ini terjadi pada 18 April 2018, di mana pada saat itu tersangka MP merekrut korban Sesdi Meranti Naif dari Soe kemudian membawa ke Kupang.

Lalu MP menyerahkan gadis asal Soe itu kepada LO sebagai sponsor yang akan mempekerjakan korban sebagai pembantu rumah tangga.

Rudy melanjutkan, korban Sesdi kemudian ditampung selama semalam di rumah LO di Penfui Kupang.

Baru keesokan harinya, Sesdi dikirim ke Yayasan Gajah Mada di Jakarta dengan menggunakan pesawat terbang Lion Air dari Bandara El tari pada 19 April 2018 melalui Surabaya.

Halaman
1234
Penulis: Ryan Nong
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help