Berita Kota Kupang

NPL KPR Bersubsidi di BTN Kupang Nol Persen

Bank Tabungan Negara Cabang Kupang mencetak prestasi dengan nilai tunggakan KPR bersubsidi nihil atau nol persen.

NPL KPR Bersubsidi di BTN Kupang Nol Persen
POS-KUPANG.COM/Adiana Ahmad
Branch Manager Bank Tabungan Negara Kupang, Adrian Paul M Marbun 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Adiana Ahmad

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Bank Tabungan Negara Cabang Kupang mencetak prestasi dengan nilai tunggakan KPR bersubsidi nihil atau nol persen. Seluruh KPR Bersubsidi masih dalam kategori lancar.

Hal itu disampaikan Branch Manager Bank Tabungan Negara (BTN) Kupang, Adrian Paul M Marbun di kantornya, Kamis (30/8/2018).

Adrian mengatakan, sampai dengan bulan Juli 2018, seluruh KPR Bersubsidi masih aktif atau lancar.

Baca: Mikhael Minta Perpustakaan Terus Membenah Diri

"Yang menarik NPL kita masih nol. Tidak ada yang menunggak atau lebih dari 60 hari. Mungkin karena mutu rumahnya bagus. Dan dalam tiga sampai empat tahun debitur lakukan pengembangan. Selain itu, kita juga selektif dalam pemberian kredit. Kita prioritaskan anggota TNI, PNS,Polri. Kalau swasta dengan pertimbangan-pertimbangan sendiri," jelas Adrian.

Adrian mengungkapkan, target BTN dalam pembiayaan pembangunan rumah secara nasional terus meningkat. Sementara dalam skala NTT, Adrian mengaku, masih sangat kecil. Penyebabnya, jumlah pengembang sedikit, belum banyak pengembang yang berani mengambil resiko karena di NTT masih banyak tanah bermasalah.

"Developer cenderung hati-hati sehingga hanya pemain-pemain lama yang cenderung melakukan ekspansi," katanya.

BTN juga selektif dalam menilai kemampuan debitur dalam mengangsur cicilan KPR. "Ada pinjaman di bank lain, kita tidak bisa berikan kredit KPR terutama KPR Bersubsidi," tegas Adrian.

Khusus untuk pengembang, pencairan kredit dilakukan secara bertahap berdasarkan perkembangan fisik di lapangan.

"Kalau sekarang pencairan bertahap sesuai dengan realisasi rumah. Rumah ada dulu, debitur ada baru kita cairkan," demikian Adrian.

Adrian mengaku tidak ingin peristiwa masa lalu seperti developer bodong terulang kembali. (*)

Penulis: Adiana Ahmad
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved