Berita Sumba Barat Daya

Uskup Weetabula Ungkapkan Kain Punya Dua Kekuatan

Uskup Weetabula, Mgr. Edmund Woga, CSsR mengungkapkan, kain memiliki dua kekuatan yakni magis dapat menolak bala dan kekuatan sebagai kereta

Uskup Weetabula Ungkapkan Kain Punya Dua Kekuatan
POS KUPANG.COM/GERARDUS MANYELLA
Uskup Weetabula, Mgr. Edmund Woga, CSsR memimpin misa pemberkatan Museum Tenun Ikat Sumba, kapela dan rumah pastor Rabu (29/8/2018) siang. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gerardus Manyella

POS-KUPANG.COM | TAMBOLAKA - Uskup Weetabula, Mgr. Edmund Woga, CSsR mengungkapkan, kain memiliki dua kekuatan yakni kekuatan magis yang dapat menolak bala dan kekuatan sebagai kereta untuk dipakai menuju Tuhan dan leluhur.

Penegasan ini dikemukakan Uskup Edmund dalam kotbahnya saat memimpin misa penberkatan Museum Tenun Atma Hondu, Kapela St. Johannes Gerardo dan rumah tinggal pastor di Rumah Budaya Sumba, Rabu (29/8/2018) siang.

Uskup Edmund didampingi Provinsial Redemptoris Indonesia, Pater Yoakim Rambaho Ndelo, CSsR dan Pater Robert Ramone, CSsR dan dihadiri para donatur, tamu undangan serta umat sekitarnya.

Baca: Jefri Minta OPD Lingkup Kota Kupang Berbenah

Misa yang dipadukan dengan hari kematian St. Yohanes Pembaptis dikatakan Uskup Edmund mewartakan injil kontra budaya.

Bagi Uskup Edmund, yang menarik dalam misa itu adalad bersyukur kepada Tuhan yang telah memberikan inspurasi kepada leluhur Sumba yang menciptakan aneka budaya yang diwariskan hingga saat ini.

Uskup Edmund mengisahkan pengalamannya menghadiri pameran kain di Jerman yang mengangkat thema, "Tekstil Indonesia jalan-jalan menuju para dewa dan leluhur".

Bagi Uskup Edmund, tekstil dalan bentuk lakaian dan kain memainkan peran penting dalam kehidupan religius di Indonesia. Kain punya kekuatan magis menolak bala dan menjadi kereta untuk dipakai menuju Tuhan dan leluhur.

Soal kapela yang berada dinkomlleks Rumah Budaya, kata Uskup Edmund, mencerminkan adat istiadat di Indonesia dimana tempat kudus menjadi patokan menbangun perkampungan yang melahirkan budaya yang mengarahkan anghota suku kepada yang ilahi.

Tempat kudus, kata Uskup Edmund, menjadi poros utama kampung,segala penjuru angin mendapat kekuatan dari tempat kudus.

Tempat kudus juga dekat dengan segala penghuni jagat,terutama sang ilahi lebjh dari tetangga. Tempat kudus juga menjadi tempatbpertemuan dengan siapa saja di alam semesta.

Pater Robert menjelaskan arti dari Atma Hondu sebagai roh pengikat. Pastor yang berulang tahun pada hari pemberkatan dan peresmian museum tenun ikat Sumba itu,menyampaikan terima kasih kepada donatur yang menghadiri acara itu. (*)

Penulis: Gerardus Manyela
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help