Berita Provinsi NTT

Program Siwab Melalui IB Tahun 2018 Baru 36 Persen

Dinas Peternakan Provinsi NTT melalui program SIWAB menargetkan 25.965 ekor sapi di NTT diberi inseminasi buatan (IB) pada tahun 2018.

Program Siwab Melalui IB Tahun 2018 Baru 36 Persen
POS KUPANG/HERMINA PELLO
Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT, Dani Suhadi 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Adiana Ahmad

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Dinas Peternakan Provinsi NTT melalui program sapi indukan wajib bunting (SIWAB) menargetkan 25.965 ekor sapi di NTT diberi inseminasi buatan (IB) pada tahun 2018.

Dari target tersebut baru tercapai 36 persen atau 9.102 ekor. Rendahnya pencapaian ini disebabkan karena masih banyak induk yang di beri IB pada September 2017 lalu belum melahirkan anak.

Meski demikian, Dinas Peternakan Provinsi NTT tetap optimis target tersebut bisa tercapai bahkan lebih.

Baca: Uskup Weetabula Ungkapkan Kain Punya Dua Kekuatan

Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT, Danny Suhadi di Kantornya, Rabu (29/8/2018), mengatakan, setiap hari pihaknya harus melaporkan perkembangan IB jumlah sapi yang sudah di IB, berapa yang lahir, berapa yang bunting ke system yang disebut Insiknas (Integrasi sisitem kesehatan hewan nasional). System ini terpadu seluruh Indonesia.

Dany menjelaskan, tahun ini pihaknya diberi target IB 25.965 ekor sapi. Namun realisasi baru 9.102 ekor (36 persen). Ia mengungkapkan, realisasi sapi yang di - IB masih kecil karena pada saat dilakukan IB masih banyak induk yang dalam keadaan bunting.

"Saat ini sapi-sapi yang di-IB bulan September 2017, baru mulai beranak. Setelah beranak, kita langsung lakukan IB. Jadi trget pasti tercapai. Tahun lalu kita melampaui target. Tahun lalu kita sampai dapat penghargaan tingkat kebuntingan tertinggi. 83 .000, tercapai 97.000.

Sedangkan realisasi kebuntingan, dari rencana 17.850 ekor, sudah terealisasi 17.300 atau sudah 97 persen.

"Untuk target IB kami yakin bisa capai target . Jadi trget pasti tercapai. Tahun lalu kita melampaui target. Tahun lalu kita sampai dapat penghargaan tingkat kebuntingan tertinggi. 83 .000, tercapai 97.000," demikian Danny.

Dikatakan Danny, jumlah sapi bunting sebanyak 17.000 ekor baru untuk sapi yang bunting berdasarkan akseptor, belum termasuk yang non akseptor.

"Biasanya yang non akspetor itu yang tinggi.Selain IB, petugas juga melakukan pencatatan kawin alam. Itu bisa mencapai 100 .000 lebih per tahun. Ini untuk menjaga continuitas dari produktivitas ternak kita. Target kita kelahiran setiap tahun di atas 130.000 ekor-150.000 ekor," katanya.

Ia optimis target itu tercapai. Rasa optimisi] itu muncul setelah setelah melihat kemampuan produksi dan pengantarpulauan ternak dari NTT.

"Tahun lalu kita berhasil mengantarpulaukan ternak besar 65.700 ekor. Sementara untuk konsumsi local saja sekitar 43.000. Total konsumsi local dan pengiriman antar pulau sebanyak 110.000," ungkap Danny. (*)

Penulis: Adiana Ahmad
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved