Berita Kabupaten Ende

Tidak Masuk Dalam DCS Caleg di Ende Bacaleg Partai Berkarya Gugat KPU

Gara-gara tidak masuk dalam DCS Bacaleg dari Partai Berkarya Kabupaten Ende, NTT, Yohanes Marianus Kota SE menggugat KPU Kabupaten Ende

Tidak Masuk Dalam DCS Caleg di Ende Bacaleg Partai Berkarya Gugat KPU
pos kupang.com, romualdus pius
Caleg Partai Berkarya, Yohanes Marianus Kota, SE.

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM,ENDE---Gara-gara tidak masuk dalam daftar caleg sementara (DCS) Bakal Calon Anggota Legislatif (Bacaleg) dari Partai Berkarya Kabupaten Ende, NTT, Yohanes Marianus Kota SE menggugat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten End eke Bawaslu Kabupaten Ende.

Kepada Pos Kupang.Com, Minggu (26/8/2018) pria yang akrab dipanggil Yani Kota ini mengatakan bahwa alas an dirinya menggugat KPU Kabupaten End eke Baswaslu Kabupaten Ende karena dia merasa dirugikan tidak dimasukan KPU Kabupaten Ende dalam DCS Caleg DPRD Kabupaten Ende.

Baca: BPBD Sumba Timur Belum Dapat Laporan Terkait Permintaan Pembangunan Tanggul di Pantai Walakiri

“Saya dinyatakan tidak memenuhi syarat atau TMS oleh KPU Kabupaten Ende sehingga saya menggugat KPU Kabupaten End eke Bawaslu,”kata Yani.

Menurut Yani alas an yang dipakai oleh KPU untuk tidak memasukan namanya dalam daftar caleg sementara atau yang dinyatakan TMS karena dirinya masuk dalam kategori tindak pidana Tipikor. Alasan tersebut tidak punya dasar hukum yang jelas karena KPU Kabupaten Ende hanya merujuk pada Peraturan KPU Nomor 20 tahun 2018 padahal dalam UUD Dasar 1945 semua orang memiliki hak yang sama untuk memilih dan dipilih,”kata Yani.

Karena itu ujar Yani pihaknya mengharapkan agar KPU Kabupaten Ende menarik kembali keputusan yang tidak memasukan namanya dalam DCS serta memasukan kembali sebagai caleg pada saat penetapan daftar caleg tetap (DCT) nanti.

Yani mengatakan bahwa kasus gugatan dirinya atas KPU Kabupaten Ende sempat memasuki tahap mediasi di Bawaslu Kabupaten Ende namun tidak mendapatkan titik temu sehingga dengan demikian kasusnya tersebut masuk dalam ranah hukum.

“Kasusnya sudah disidangkan di ruang Pengadilan Agama Kabupaten Ende dengan agende pertama pembacaan permohonan pemohon pada tanggal 21 Agustus 2018 dan akan dilanjutkan pada tanggal 27 Agustus 2018 dengan agenda replik dari pihak tergugat dalam hal ini KPU Kabupaten Ende,”kata Yani.

Yani mengatakan, bahwa gugatan yang dia layangkan ke KPU Kabupaten Ende bukan sekedar untuk mencari siapa yang salah atau yang benar bukan juga hanya sekedar menang dan kalah namun sebagai bentuk pembelajaran kepada penyelenggara Pemilu di Kabupaten Ende agar bersikap lebih jeli sebelum mengambil suatu keputusan agar tidak merugikan masyarakat.

Yani berharap KPU Kabupaten Ende bersikap professional didalam menjalankan tugas-tugasnya karena di pundak mereka permainan politik Kabupaten Ende digulirkan karena dengan bersikap professional maka KPU Kabupaten Ende bisa menjadi wasit yang benar-benar adil untuk semua masyarakat Kabupaten Ende.

Halaman
12
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help