Berita Kabupaten Belu

Laporan Warga Takirin Sudah Diserahkan ke Kejaksaan Negeri Belu

Masyarakat meminta Kejaksaan Negeri Atambua untuk menindaklanjuti surat pengaduan masyarakat dan memeriksa kepala desa, sekretaris dan bendahara desa.

Laporan Warga Takirin Sudah Diserahkan ke Kejaksaan Negeri Belu
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Warga Desa Takirin saat berada di Kantor Kejaksaan Negeri Belu, Senin (20/8/2018). 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas

POS- KUPANG.COM|ATAMBUA---Laporan warga Desa Takirin, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu terkait dugaan penyalahgunaan dana desa sudah diserahkan kepada Kejaksaan Negeri Belu, Senin (20/8/2018).

Laporan diserahkan ke bagian tatausaha Kejaksaan Negeri Belu karena Kejari Belu tidak berada di tempat.

Pantuan Pos Kupang.Com, Senin (20/8/2018) sekitar pukul 11.00 Wita,  sebanyak delapan orang warga mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Belu. Warga yang datang menyerahkan surat pengaduan yakni, Agustinus Taek, Daniel Lisu, Kristianus Mauk, Agustinus Bere, Yohanes Batista, Engelbertis Foa, Kornelois Foa, Damianus Lau, Adrianus Asuk. Mereka adalah tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh pemuda.

Surat pengaduaan yang diterima Pos Kupang.Com, Senin (20/8/2018) menyebutkan, masyarakat mengadu ke Kejari karena ada dugaan penyalahgunaan alokasi dana desa (ADD) yang dilakukan Kepala Desa, Sekretaris Desa dan Bendahara Desa.

Dalam surat yang ditandatangan sembilan orang perwakilan masyarakat itu menyebutkan, ada 15 item kejanggalan dalam pengelolaan dana desa Takirin dengan total dugaan kerugian keuangan negara mencapai Rp 1.3 M.

Dugaan penyalahgunaan dana desa ini terjadi mulai tahun anggaran 2008 sampai 2018.

Masyarakat meminta Kejaksaan Negeri Atambua untuk menindaklanjuti surat pengaduan masyarakat dan memeriksa kepala desa, sekretaris dan bendahara desa.

Mereka juga meminta Bupati Belu dan Inspektorat agar segera menindaklanjuti dan memeriksa terkait dugaan penyalahgunaan Dana Desa oleh kepala Desa Takirin. (*)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help