Berita Nasional

Ketum PPP Romahurmuziy Tak Penuhi Panggilan KPK

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), M Romahurmuziy tak memenuhi agenda pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK)

Ketum PPP Romahurmuziy Tak Penuhi Panggilan KPK
KOMPAS.com/Iqbal Fahmi
Ketua umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhammad Romahurmuziy atau Gus Romy saat mengisi workshop Aplikasi Keuangan Desa di Pendopo Pemkab Purbalingga, Jawa Tengah, Jumat (4/5/2018). 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), M Romahurmuziy tak memenuhi agenda pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK), Senin (20/8/2018).

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah menuturkan, perwakilan Romahurmuziy telah mendatangi KPK untuk menginformasikan ketidakhadiran mantan Sekjen PPP itu.

"Tadi stafnya datang ke KPK. Menyampaikan tidak dapat hadir di pemeriksaan hari ini," kata Febri dalam keterangan tertulis, Senin (20/8/2018).

Baca: Suara Dian Sastro Kini Jadi Pemandu Jalan Di Waze

Febri tak menjelaskan secara rinci alasan ketidakhadiran politisi yang akrab disapa Romy itu. KPK akan mengagendakan pemeriksaan ulang terhadap Romy pada Kamis (23/8/2018).

"Akan dijadwalkan ulang Kamis ini," kata Febri.

Romy sedianya diperiksa dalam kasus dugaan suap terkait usulan dana perimbangan keuangan daerah pada Rancangan APBN-Perubahan Tahun Anggaran 2018.

Ia seharusnya diperiksa sebagai saksi untuk pejabat nonaktif Kementerian Keuangan, Yaya Purnomo.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan anggota DPR Komisi XI, Amin Santono dan pejabat nonaktif Kemenkeu Yaya Purnomo sebagai tersangka.

KPK juga menetapkan dua orang sebagai tersangka yaitu Eka Kamaludin dan Ahmad Ghiast. Eka diketahui merupakan pihak swasta yang berperan sebagai perantara. Adapun, Ahmad berstatus sebagai swasta atau kontraktor.

Ahmad diduga sebagai pemberi uang. Dalam kurun waktu 2 bulan terakhir, 2 anggota DPR, terjaring operasi tangkap tangan oleh KPK. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help