Berita Kabupaten Malaka

Warga Yakin Ritual Adat Bisa Memulihkan Hubungan Manusia dan Buaya

Warga Naimana, Heribertus Klau mengatakan, sejak ritual adat yang dilakukan April 2018, kasus konflik manusia dengan buaya sudah berkurang.

Warga Yakin Ritual Adat Bisa Memulihkan Hubungan Manusia dan Buaya
POS KUPANG/TENY JENAHAS
Warga Malaka saat mengikuti ritual adat untuk memisahkan wilayah manusia dan buaya April 2018.

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Teni Jenahas

POS- KUPANG.COM|BETUN--Warga Naimana, Heribertus Klau mengatakan, sejak ritual adat yang dilakukan April 2018, kasus konflik manusia dengan buaya sudah berkurang. Padahal sebelumnya, kasus gigitan buaya hampir terjadi setiap bulan.

Menurut Klau, masyarakat bisa menyakini bahwa ritual adat itu penting juga karena bisa mendamaikan manusia dengan buaya dan buaya tidak lagi ganas. Klau mengatakan hal itu kepada Pos Kupang.Com, Kamis (16/8/2018).

Hal senada dikatakan warga Bolan, Remigius Bere kepada Pos Kupang.Com. Menurut Remi, percaya atau tidak percaya dengan ritual adat namun ada buktinya bahwa kasus buaya memangsa manusia hampir berkurang di Malaka akhir-akhir ini.

Menurut Remi, pada dasarnya buaya adalah binatang buas oleh karena itu manusia yang harus lebih waspada. Diharapkan manusia tidak mengganggu habitatnya dan mematuhi himbuan atau peringatan yang sudah dipasang di sejumlah tempat.

Kepala Desa Motaain, Salomon Leki kepada wartawan mengatakan, di wilayah desanya sudah empat tahun belum ada kasus gigitan buaya.

Desa Motaain merupakan desa yang letaknya dekat dengan bantaran kali, wilayah muara. Pemerintah desa terus menghimbua agar masyarakat selalu waspada apalagi saat air laut pasang tinggi. (*)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help