Berita Nasional

Kapolri Ajukan Kapolda Metro Jaya Idham Azis Jadi Wakapolri

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengungkapkan bahwa dirinya telah mendengar sosok pengganti Syafruddin sebagai Kepala Polri (Wakapolri).

Kapolri Ajukan Kapolda Metro Jaya Idham Azis Jadi Wakapolri
KOMPAS.com/Fabian Januarius Kuwado
Kapolda Metro Jaya, Irjen (Pol) Idham Azis dan Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo di Istana Presiden, Jakarta, Rabu (15/8/2018). 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengungkapkan bahwa dirinya telah mendengar sosok pengganti Syafruddin sebagai Kepala Polri (Wakapolri).

Diketahui Syafruddin telah mengundurkan diri dari Polri sebelum dilantik sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) pada Rabu (15/8/2018) pagi, di Istana Negara, Jakarta.

Menurut Bambang, Kapolri Jenderal Tito Karnavian telah mengajukan Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis sebagai Wakapolri.

Baca: 5 Warga Binaan Rutan Kelas II B SoE Dapat Remisi Langsung Bebas

"Saya mendengar Pak Kapolri sudah mengajukan nama Idham," ujar Bambang saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/2018).

Kendati demikian, Bambang tidak dapat memastikan apakah nantinya jabatan wakapolri akan dipegang oleh Idham.

Ia mengatakan, keputusan tersebut sepenuhnya tergantung pada persetujuan Presiden Joko Widodo.

"Ya saya mendengar informasinya begitu tapi soal jadi atau tidaknya itu kan tergantung pak Presiden," kata Bambang.

Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan, Kapolri memiliki hak prerogatif untuk menunjuk Wakapolri.

Lebih lanjut, kata Iqbal, kriteria pengganti Syafruddin akan dipilih dari perwira tinggi Polri.

"Sampai saat ini belum ada putusan dari pimpinan, karena jabatan Wakapolri tersebut adalah murni hak prerogatif bapak Kapolri," kata Iqbal di Mabes Polri, Rabu (15/8/2018).

"Tapi kita prediksi tidak lama lagi pak Kapolri segera menunjuk siapa Wakapolri yang akan mendampingi bapak Kapolri mengawaki institusi Polri," sambung Iqbal. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help