Berita Kabupaten Lembata

Abrasi di Balauring Sangat Mencemaskan

Abrasi mulai terasa tahun 1992 pasca gempa bumi dan tsunami yang melanda Maumere, Kabupaten Sikka pada 2 Desember 1992.

Abrasi di Balauring Sangat Mencemaskan
POS KUPANG.COM/FRANS KROWIN
Suasana jumpa pers Jumat (10/8/2018) malam.

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA -- Dulu, tahun 1980-an, pantai Balauring punya pantai sangat indah. Tapi di era 1990-an, pantai itu mengalami abrasi yang luar biasa. Abrasi mulai terasa tahun 1992 pasca gempa bumi dan tsunami yang melanda Maumere, Kabupaten Sikka pada 2 Desember 1992.

Hal ini diungkapkan Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur saat jumla pers di Kuma Resort, Jumat (10/8/2018) malam. Jumpa pers yang berakhir sekitar pukul 23.00 Wita itu mengupas sejumlah hal, terutama pekerjaan reklamasi Pantai Balauring yang terhambat karena gugatan hukum sekelompok masyarakat Dolulolong, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata.

Gugatan hukum itu berbuntut majelis hakim PN Lembata menolak gugatan tersebut. Namun selama sekitar 2 bulan kasus itu disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Lembata, pekerjaan reklamasi itu terhenti, hal mana sangat merugikan karena dana yang telah dikucurkan terancam dikembalikan ke kas negara.

Bupati Sunur mengatakan, lantaran abrasi yang luar biasa di Balauring sehingga mencemaskan masyarakat itu, pemerintah daerah lantas merencanakan reklamasi di pantai tersebut. Reklamasi itu juga bukan atas keinginan pribadinya tetapi dilakukan untuk mencegah abrasi demi kebaikan masyarakat.

Pola pembangunan pada lokasi reklamasi itu, katanya, dirancang untuk menarik wisatawan masuk Lembata melalui pintu Balauring. Itu artinya dibangun sebaik mungkin sehingga menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke Lembata.

Kabupaten satu pulau ini, lanjut dia, punya daya tarik pariwisata yang luar biasa. Untuk itulah pemerintah memandang perlu untuk membangun sejumlah tempat guna memudahkan wisatawan ke daerah ini.

Jadi, lanjut dia, pada lokasi berabrasi luar biasa itu dibangun fasilitas yang nantinya membawa manfaat lebih bagi masyarakat dan daerah ini.

"Konsepnya begitu. Dan semua tahapan pembangunan telah dilalui semuanya. Jadi reklamasi pantai Balauring itu bukan atas keinginan pribadinya melainkan harapan banyak pihak. Pemerintah Desa Balauring pernah mengusulkan reklamasi dan baru dijawab saat ini," ujarnya. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved