Berita Provinsi NTT

DPRD NTT Ingatkan Bawaslu Hindari Rekrut Anggota yang Tidak Independen

DPRD NTT mengingatkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) agar tidak merekrut anggota Bawaslu yang tidak independen.

DPRD NTT Ingatkan Bawaslu Hindari Rekrut Anggota yang Tidak Independen
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Sekretaris Komisi I DPRD NTT, Emanuel Kolfidus 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM | KUPANG - DPRD NTT mengingatkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) agar tidak merekrut anggota Bawaslu yang tidak independen.

Permintaan ini disampaikan Sekretaris Komisi I DPRD NTT, Emanuel Kolfidus kepada POS- KUPANG.COM, Kamis (9/8/2018).

Menurut Emanuel, semua pihak tentu memahami bahwa penyelenggara pemilu dalam hal ini KPU dan Bawaslu adalah lembaga yang independen dan bekerja untuk terselenggaranya demokrasi yang bermartabat dan berkualitas, adil serta jujur.

Baca: Ini Alasan Jokowi Pilih Maruf Amin Jadi Cawapresnya

"Untuk itu, tidak ada alasan sama sekali, memasukkan anasir anasir politik praktis ke dalam keseluruhan proses rekruitmen para penyelenggara pemilu," kata Emanuel.

Dia mengatakan, semoga hal atau dugaan mengenai proses yang kurang transparan dan tidak independen hanyalah satu dugaan semata, atau isu isu saja.

"Kita harus menaruh rasa percaya kepada Tim Seleksi untuk memainkan tugasnya secara elegan dan profesional," katanya.

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD NTT, Winston Rondo mengatakan, dirinya sangat percaya pada kredibilitas Timsel Bawaslu yabg sudah merekrut calon anggota Bawaslu untuk kabupaten dan kota di NTT.

"Saya lihat orang-orangnya bagus dengan integritas tinggi sehingga untuk menolong mereka tetap independen dan kredibel, maka kita perlu kritik dan beri masukan," kata Winston.

Dia juga meminta peran masyarakat dan pers untuk mengontrol hal tersebut.

Ketua Bawaslu NTT, Thomas M Djawa, S.H yang dikonfirmasi mengatakan, terhadap calon yang ada tanggapan masyarakat atau masukkan, maka pihaknya akan mengklarifikasi saat proses fit and proper tes.

"Semua proses kita lakukan dan penentuan ada di Bawaslu RI," kata Thomas.

Sebelumnya, Bawaslu NTT melakukan fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan) bagi 130 orang calon anggota Bawaslu untuk kabupaten dan kota di NTT mulai tanggal 8-10 Agustus 2018.

Fit and proper tes ini untuk nantinya menentukan 70 orang untuk menjadi anggota Bawaslu di 22 kabupaten dan kota di NTT. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help