Berita Kesehatan

Tips Pertolongan Pertama Saat Terjadi Serangan Jantung

Bicara soal penyakit jantung ternyata banyak macamnya. Mulai dari serangan jantung, katup jantung, jantung koroner, aritmia

Tips Pertolongan Pertama Saat Terjadi Serangan Jantung
KOMPAS.com
Ilustrasi serangan jantung pada wanita 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Bicara soal penyakit jantung ternyata banyak macamnya. Mulai dari serangan jantung, katup jantung, jantung koroner, aritmia (gangguan irama jantung), dan beberapa lainnya.

Dengan banyaknya potensi masalah semacam itu, maka tak menutup kemungkinan kita bisa berada dalam kondisi di mana orang di samping kita tiba-tiba mendapat serangan jantung.

Jika sudah begitu, maka kesigapan kita dalam memberi pertolongan menjadi hal yang sangat dibutuhkan.

Baca: Bahaya Mencukur Rambut di Kemaluan, Wanita Harus Tahu Ini

"Rasanya dada sangat sakit kayak mau mati, seperti ditekan benda berat. Enggak ada cara lain segera bawa ke rumah sakit."

Demikian penuturan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah di Heart Center Siloam Hospital Lippo Village, Vito Damay di Jakarta, Jumat (3/8/2018) kemarin.

Jika ada dalam situasi tersebut, orang yang terkena serangan jantung harus diberi ruang untuk bernafas. Salah satu caranya bisa dengan membuka bajunya agar dia bisa bernafas senyaman mungkin.

Selain itu, buat orang-orang sekitar tidak dalam situasi mengerumuni. "Jangan dikerubungi, jangan dipakai selfie atau direkam. Bawa ke rumah sakit," tuturnya.

Jika orang yang terkena serangan jantung tersebut memiliki obat yang dibekali dokter, maka obat tersebut bisa diminumkan.

Biasanya, kata Vito, adalah obat bawah lidah yang berfungsi untuk meredakan gejala serangan jantung.

Namun, obat itu tidak membuat kita menunda untuk membawanya ke rumah sakit melainkan hanya bisa diberikan ketika dalam perjalanan ke rumah sakit.

"Itu untuk meredakan gejala saja tapi tidak menyelamatkan nyawa dia, atau menghancurkan pembekuan darah," kata Vito.

Hal terakhir yang bisa dilakukan adalah berdoa semoga dia masih bisa bertahan hingga rumah sakit. "Karena banyak orang (serangan jantung) enggak bisa sampai ke rumah sakit," ucapnya. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help