Berita Internasional

Korea Utara Kritik Sikap Ketidaksabaran AS soal Denuklirisasi

Korea Utara mengkritik sikap Pemerintah AS yang tidak sabar mengenai denuklirisasi yang dilakukan oleh negara pimpinan Kim Jong Un

Korea Utara Kritik Sikap Ketidaksabaran AS soal Denuklirisasi
KOMPAS.com/AFP/Mohd Rasfan
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo (kiri) berbincang dengan Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho (kanan) di Pertemuan Forum Regional Tingkat Menteri ASEAN ke-51 di Singapura, Sabtu (4/8/2018). 

POS-KUPANG.COM | SINGAPURA - Korea Utara mengkritik sikap Pemerintah Amerika Serikat (AS) yang tidak sabar mengenai denuklirisasi yang dilakukan oleh negara pimpinan Kim Jong Un tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Korut Ri Yong Ho pada Sabtu (4/8/2018) di forum regional ASEAN di Singapura.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyebut perlunya menjaga sanksi penuh untuk menekan Korea Utara.

Baca: Ada Stand Kesehatan Loh di Siloam Annual Fair, Ayo Berkunjung

"Apa yang mengkhawatirkan justru kebijakan mendesak yang diperlihatkan oleh AS untuk kembali seperti keadaan awal, jauh dari niat pemimpinnya," katanya dalam sebuah pernyataan, seperti diwartakan AFP.

Seperti diketahui, pertemuan sejarah antara Presiden AS Donald Trump dengan Kim Jong Un pada Juni lalu di Singapura menyepakati komitmen denuklirisasi Semenanjung Korea.

AS meminta Korut untuk melucuti semua persenjataan nuklirnya, yang dapat diverifikasi, dan tidak bisa diubah.

Sejak perjanjian pada Juni lalu, Korut mengklaim telah mengambil sejumlah langkah, termasuk menghentikan uji coba nuklir dan rudal, serta membongkar situs uji coba senjata nuklir.

"Namun, AS bukannya menanggapi langkah-langkah itu, malah meningkatkan seruannya yang lebih keras untuk mempertahankan sanksi terhadap Korut," ucap Ri.

"Selama AS tidak menunjukkan praktik kekuatannya untuk menyingkirkan fokus kami, tidak akan ada kasus di mana kami akan bergerak maju secara sepihak," imbuhnya.

Sementara itu, temuan terbaru dari laporan PBB menunjukkan Korut melanjutkan program nuklir dan rudalnya, serta menghindari sanksi melalui pengiriman minyak dari satu kapal ke kapal lain.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help