Berita Internasional

Di Usia 96 Tahun, Nenek Ini adalah Vokalis Band Death Metal

Seorang nenek yang berusia 96 tahun merupakan vokalis dari sebuah band death metal yang ada di Amerika Serikat (AS).

Di Usia 96 Tahun, Nenek Ini adalah Vokalis Band Death Metal
KOMPAS.com/Screengrab from YouTube
Inge Ginsberg, nenek 96 tahun ketika tampil dengan band Death Metal-nya, TritoneKings. 

POS-KUPANG.COM | NEW YORK - Seorang nenek yang berusia 96 tahun merupakan vokalis dari sebuah band death metal yang ada di Amerika Serikat (AS).

Inge Ginsberg lahir di Austria. Namun dia melarikan diri ke Swiss saat Perang Dunia II berkecamuk untuk menghindari Holocaust.

Selama perang, dia dan suaminya Otto Kollman tinggal di kamp pengungsian. Kemudian mereka pindah ke Hollywood dan memulai hidup yang baru.

Baca: Suaminya Meninggal Menjelang Berangkat, Katrina Naik Haji Dalam Suasana Duka

Dilansir Oddity Central Jumat (3/8/2018), dia sempat menjadi penulis lagu bagi sejumlah penyanyi papan atas era 50-an seperti Nat King Cole atau Dean Martin. Namun, dia merasa jenuh dengan kehidupan di Hollywood.

"Semuanya palsu. Jadi saya memutuskan untuk keluar," ungkap Ginsberg.

Untuk mengisi hari tua, dia sering menulis lagu dan puisi. Tapi dia merasa frustrasi karena pesannya tak tersampaikan.

Kemudian dia bertemu dengan seorang musisi bernama Pedro De Siva yang kemudian memberikannya solusi tak terduga; musik Death Metal.

Siva mengungkapkan suatu kali di musim panas, dia melihat Ginsberg sedang menulis sebuah lirik tentang darah dan kematian.

"Saya kemudian membacanya dan berkata kepada Inge. 'Apa yang Anda tulis ini seperti lirik lagu death metal'," kenang Siva.

Jadi di usia 93 tahun, Ginsberg dan Siva kemudian membentuk band yang diberi nama TritoneKings.

Ginsberg bertugas menciptakan lirik, sementara Siva mengaransemen musiknya. Dia dan band-nya berpartisipasi dalam sejumlah ajang pencarian bakat.

Di antaranya Switzerland's Got Talent maupun America's Got Talent. "Jika saya mengikuti kompetisi seperti pencarian bakat, maka jutaan orang bakal mendengarnya di YouTube," tutur Ginsberg.

Dia berkata, setiap lagunya mempunyai pesan. Antara lain adalah jangan hancurkan apa yang tidak bisa dibangun ulang. Atau manusia tak bisa menghindari kematian. Jadi yang bisa dilakukan adalah tertawa tatkala menghadapinya.

"Saya selalu tersenyum. Saya tersenyum ketika miskin atau kaya. Atau ketika saya tersenyum mengingat saya bisa lepas dari Holocaust," katanya. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help