Berita Kesehatan

Awas, Sedikit Polusi Udara Bisa Ganggu Kesehatan Jantung

Bukan rahasia lagi, polusi udara yang tinggi menyebabkan banyak gangguan kesehatan.

Awas, Sedikit Polusi Udara Bisa Ganggu Kesehatan Jantung
KOMPAS.com/The Beijinger
Polusi udara di Kota Beijing, China. 

POS-KUPANG.COM - Bukan rahasia lagi, polusi udara yang tinggi menyebabkan banyak gangguan kesehatan.

Namun, sebuah penelitian baru-baru ini menemukan bahwa dalam polusi udara yang rendah (masih batas aman) pun bisa menyebabkan kelainan jantung.

Temuan yang diterbitkan jurnal Circulation ini didapatkan ketika para peneliti Inggris menguji 4.000 orang.

Baca: Relawan Mengaku Siap Menjalankan Arahan Jokowi

Mereka menemukan orang yang tinggal di jalan ramai memiliki ukuran jantung lebih besar dibanding penduduk di daerah kurang tercemar.

Hal ini terjadi meskipun nilai polusi udara di daerah ramai itu di bawah batas aman. Tes darah menjelaskan mengapa hal ini terjadi.

Pada warga di daerah ramai ada peningkatan kadar nitrogen dioksida (NO2) yang berbahaya dan polusi partikel udara kecil (PM2.5) dalam tubuhnya.

Selain itu, para peneliti mengunakan pemindaian MRI pada jantung pesarta. Tahap ini dimaksudkan untuk menguji fungsi dan struktur organ.

Hasilnya, paparan polutan yang lebih tinggi berkaitan dengan peningkatan ukuran ventrikel (ruang pompa utama jantung) kiri dan kanan.

Meski hal ini tidak ada gejalanya, perubahan pada ventrikel ini serupa dengan pasien penderita gagal jantung tahap awal.

"Kami melihat perubahan signifikan dari (ukuran) jantung, bahkan pada tingkat paparan polusi udara yang relatif rendah," ungkap Dr Nay Aung, pemimpin penelitian ini dikutip dari The Independent, Jumat (03/08/2018).

Meski begitu, penelitian ini masih bersifat observasional. Artinya, para peneliti belum bisa menentukan secara pasti bagian mana dari polusi atau faktor lain yang mungkin menyebabkan perubahan ukuran jantung.

Namun, Dr. Aung mengatakan bahwa masyarakat harus sadar terhadap paparan polusi mereka dan mempertimbangkan kesehatannya. Terutama, karena polusi udara merupakan faktor risiko utama untuk penyakit kardiovaskular.

Polusi merupakan salah satu faktor penting bagi penderita beberapa gangguan jantung atau pernapasan. Seperti Mya Steer, gadis 19 tahun yang mempunyai kondisi jantung warisan.

"Kondisi jantung saya membuat saya harus berjuang untuk bernapas, dan polusi udara membuatnya lebih buruk, sangat cepat," ungkap Steer.

"Penelitian ini menunjukkan bahwa polusi mampengaruhi kita semua, baik yang tinggal di kota ramai atau daerah pedesaan di mana kita mungkin merasa 'terlindungi' dari polusi," tegasnya. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved