Berita Nasional

Ferdinand Sebut SBY tak Pernah Paksakan AHY Jadi Capres Maupun Cawapres

Ferdinand Hutahaean, mengatakan, Ketua Umum Partai Demokrat,SBY tidak pernah memaksakan agar putra sulungnya, AHY menjadi capres dan cawapres.

Ferdinand Sebut SBY tak Pernah Paksakan AHY Jadi Capres Maupun Cawapres
KOMPAS.com/Robertus Belarminus
Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono mengukuhkan putranya Agus Harimurti Yudhoyono sebagai Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) untuk Pemilukada 2018 dan Pilpres 2019, Sabtu (17/2/2018). 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, mengatakan, Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak pernah memaksakan kehendak agar putra sulungnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menjadi calon presiden (capres) dan wakil presiden (cawapres).

Apalagi, memaksa berpasangan dengan si A atau si B dan menyodorkannya kepada capres-capres yang ada sebagaimana info-info yang berdar yang masuk kategori hoaks.

"Saya salah satu orang yang sering berdiskusi dengan Pak SBY terkait arah politik dan kebijakan politik Demokrat. Tidak pernah satu kali pun SBY menyatakan atau berkata agar AHY menjadi cawapres dan bahkan disosorkan ke capres-capres yang ada," tutur Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, Selasa (31/7/2018), seperti dikutip dari Tribunnews.com.

Baca: Pengurus RT dan RW Diminta Mundur Jika Mendaftar Jadi Caleg

Ferdinand justru berkali-kali mendengar SBY berkata kepada para kader untuk tidak memaksakan kehendak kepada AHY untuk menjadi ini ataupun itu.

"Justru berkali-kali mendengar SBY berkata kepada kami, 'Kita jangan memaksa AHY menjadi ini itu, atau memaksa berpasangan dengan si A atau si B. Tanya AHY dulu, dia bersedia tidak? AHY kan bukan boneka meski dia anak saya," demikian ia mengulangi ucapan SBY.

"Itulah SBY, dengan anak saja menerapkan demokrasi," tambahnya.

Ferdinand menegaskan, apa yang ia sampaikan terkait kalimat SBY bukanlah sebuah rekayasa. Tapi itu sebuah fakta yang bisa dikonfrontasi kepada siapa pun yang terlibat dalam ruang diskusi yang tak pernah kami buka ke publik.

"Saya memberanikan diri membuka ini tanpa izin Pak SBY karena saya melihat ketidak-bermoralan beberapa politisi yang bicara AHY digendong bapaknya sebagai politisi," ucapnya.

"Sungguh tuduhan itu tidak benar, fitnah, dan kebohongan," timpalnya.

Dia menegaskan, AHY-lah yang memutuskan ke mana dia melangkah dan akan menjadi apa dalam politik ini.

"Takdir yang membawa AHY dan AHY menjemput takdir. Itulah yang terjadi, bukan seperti tuduhan para politisi kerdil itu. Demi Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa, ini adalah kebenaran," tegasnya.

Dikatakannya, Partai Demokrat paham betul bahwa saat ini memasuki fase sebuah perang sesungguhnya. Perang dalam opini dan persepsi.

Karena keputusan telah diambil, SBY telah menyatakan mendukung dan berkoalisi dengan Prabowo. Artinya, serangan akan semakin besar apalagi jika ternyata AHY terpilih menjadi calon wakil presiden yang akan mendampingi Prabowo. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help