Berita Kabupaten Lembata

Abrasi di Lewoleba Makin Meresahkan

Abrasi yang terjadi di pesisir pantai Teluk Lewoleba, Kabupaten Lembata, kini semakin meresahkan.

Abrasi di Lewoleba Makin Meresahkan
POS KUPANG.COM/FRANS KROWIN
Tiga pohon kelapa di dekat kedai kopi milik Feliks Bediona (alm) ini terancam tumbang akibat abrasi. Gambar diabadikan, Rabu (25/7/2018) petang. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Frans Krowim

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Abrasi yang terjadi di pesisir pantai Teluk Lewoleba, Kabupaten Lembata, kini semakin meresahkan. Air laut terus merambat naik ke daratan, sehingga pepohonan yang tumbuh di tepi pantai terancam tumbang satu.per satu.

Salah satu contoh tanaman yang bakal tumbang akibat abrasi itu adalah pohon kelapa yang tumbuh di dekat Pelabuhan Lewoleba di wilayah Rayuan, Kelurahan Lewoleba Utara.

Baca: Pria Ini Diancam Hukuman 15 Tahun karena Cabuli Anak Tirinya Selama 2 Tahun

Disaksikan Pos Kupang.Com, Rabu (25/7/2018) petang, tiga pohon kelapa di dekat Kedai Kopi milik Feliks Bediona tersebut bakal tumbang akibat abrasi. Pohon kelapa yang dulunya berjarak kurang lebih 15 meter dari bibir pantai, kini telah dikepung air laut.

Malah saat air laut pasang naik, garis pantainya bergeser jauh masuk ke area daratan. Olehnya, pohon kelapa yang dulunya tumbuh di wilayah darat, kini sudah berada agak ke tengah laut.

Menurut Ny. Bediona, pemilik kedai kopi tersebut, tak hanya beberapa pohon kelapa yang bakal termakan air laut, tetapi sebagian tanah miliknya juga telah hilang akibat abrasi yang luar biasa dalam beberapa tahun terakhir.

Dulu, katanya, tanah miliknya itu kurang lebih 20 meter menjorok ke laut. Namun saat ini tanah itu sudah hilang. Bahkan tembok penahan gelombang yang dibangun beberapa tahun lalu untuk menahan abrasi, kini mulai rusak dihantam gelombang.

"Kalau air laut pasang naik, permukaan lautnya hampir sama tinggi dengan tembok penahan abrasi yang dibangun beberapa tahun lalu. Padahal ketika dibangun, permukaan laut hanya setinggi dasar fondasi. Sekarang ini semuanya sudah berubah," ujarnya. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved