Berita Kota Kupang
Berebut 70 kuota anggota Bawaslu Kabupaten/Kota se-NTT, 288 calon ikuti Psikotest
Sebanyak 288 calon anggota Bawaslu tingkat Kabupaten/Kota se Provinsi NTT periode 2018-2023 mengikuti Psiko Test
Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong
POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Sebanyak 288 calon anggota Bawaslu tingkat Kabupaten/Kota se Provinsi NTT periode 2018-2023 mengikuti Psiko Test pada Selasa (17/7/2018) di Hotel Sylvia Kupang.
Test yang berlangsung sejak pukul 08.00 Wita di Aula Lantai 4 Hotel Sylvia ini merupakan bagian seleksi tahap kedua yang meliputi test tertulis dan psiko test. Tahapan test ini dilakukan Pansel bekerjasama dengan Polda NTT.
Dalam seleksi yang menggunakan sistem gugur pada setiap tahapan seleksi ini, sebanyak 288 calon peserta memperebutkan kuota 70 kursi anggota Bawaslu Kabupatem/Kota se Provinsi NTT dengan perincian tiga orang anggota untuk setiap kabupaten kecuali Kabupaten TTS dan Kupang yang menyediakan lima kursi anggota Bawaslu.
Sebelumnya, pada hari Minggu (15/7/2018) telah dilaksanakan test tertulis tertulis berbasis computer assisted test (CAT) bagi calon anggota bawaslu kabupaten/kota se-Provinsi Nusa Tenggara Timur yang difasilitasi oleh Pansel dan tim IT Bawaslu Pusat.
Sebelumnya, Ketua Panitia Seleksi Region 2 Dr Rahmat Laan MM mengungkapkan seluryh rangkaian test termasuk test berbasis komputer (CAT) dilaksanakan dengan motivasi untuk menghasilkan anggota bawaslu kabupaten/kota yang berkualitas, berintegritas dan profesional dalam tugas.
"Motivasinya untuk menghasilkan anggota bawaslu kabupaten/kota yang berkualitas berintegritas dan profesional dalam tugasnya," ungkapnya.
Ia juga memastikan, tidak ada intervensi dari pihak manapun termasuk dari jajaran bawaslu baik di tingkat pusat maupun di tingkat provinsi.
"Untuk test tertulis ini dilakukan melalui CAT jadi saya pastikan tidak ada intervensi pada hasilnya. Karena hasil langsung diketahui setelah test berlangsung. Demikian juga rangkakan pelaksanaan tahapan seleksi, kami pastikan tidak ada intervensi," ungkapnya.
Dalam nada yang sama, Ketua Divisi Organisasi Bawaslu Propinsi NTT, Baharudin Hamzah M.Si juga telah menegaskan melalui test ini diharapkan dapat terpilih calon anggota bawaslu yang berkualitas, berintegtitas dan profesional.
Baharudin menyatakan bahwa hasil seleksi tetap tergantung pada kesungguhan peserta calon anggota bawaslu.
"untuk 288 orang yang mengikuti seleksi ini, saya tekankan tidak ada tim seleksi yang mengndalikan seleksi ini, yang pasti soalnya berjumlah seratus. Dan masing masing ada di tangan bapak ibu sendiri, tidak tergantung pada bawaslu propinsi atau timsel," ungkapnya.
Baharudin melanjutkan, seleksi ini merupakan sebua babak babak baru karena adanya peralihan kelembagaan bawaslu dari ad hok menjadi permanen.
"Harapannya rekan-rekan harus sungguh sungguh agar terpilih, karena nantinya akan menjadi anak sulung bawaslu kab/kota untuk pertama kalinya," tambahnya.
Seleksi anggota bawaslu dilaksanakan tiga tahap, yang terdiri dari tahap administrasi, tahap test tertulis dan psikotest serta tahap pemeriksaan kesehatan dan interview.
Pada setiap tahapan akan memberlakukan sistem gugur bagi peserta yang tidak memenuhi standard kualifikasi panitia seleksi.
Peserta dibagi ke dalam dua region yaitu region pertama yang terdiri dari kabupaten di wilayah Pulau Flores, Lembata dan Alor serta Sabu Raijua, sedangkan Region Kedua terdiri dari kabupaten/kota yang berada di wilayah Pulau Timor, Pulau Sumba serta Rote Ndao. (*)