Berita Flotim

Mulut Gadis Itu Disumbat Baru Diperkosa

Oknum pelaku lainnya saat memperkosa YKL, gadis dengan kondisi disabilitas, di tepi pantai Rayuan, Teluk Lewoleba

Mulut Gadis Itu Disumbat Baru Diperkosa
TRIBUNNEWS
ILUSTRASI 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA -- Ternyata sangat keterlaluan sikap Boleng dan Mahmud alias Miku serta oknum pelaku lainnya saat memperkosa YKL, gadis dengan kondisi disabilitas, di tepi pantai Rayuan, Teluk Lewoleba, Kelurahan Lewoleba Tengah, Kabupaten Lembata, Kamis (28/6/2018) malam sekitar pukul 21.00 Wita.

Tatkala melancarkan aksi bejatnya itu, tiga oknum pemerkosa memperlakukan korban dengan cara-cara yang biadab. Boleng mengajak korban ke pantai lalu menyuruhnya masuk ke sebuah kamar tak bertuan di pinggir pantai itu.

Hal ini diungkapkan Kasat Reskrim Polres Lembata, Iptu Yohanis Wila Here ketika turun ke tempat kejadian perkara (TKP) bersama beberapa penyidik lainnya di tepi pantai Rayuan, Teluk Lewoleba, di belakang gedung SDK Don Bosco Lewoleba, Minggu (8/7/2018) siang.

Lokasi kejadian itu hanya sekitar 10 meter dari pinggir jalan atau kurang lebih 20 meter dari sebuah bale-bale besar yang di letakkan di depan sebuah kios, persis di pinggir jalan. Pada malam kejadian tersebut, ketiga pelaku sedang nongkrong di tempat itu.

Dan, tatkala sedang asyik bercerita, tiba-tiba Boleng, Mahmud alias Miku dan seorang pelaku lagi didatangi korban dengan maksud menanyakan keberadaan Nasir, teman korban. Ternyata niat baik korban itu berbuah kemalangan. Karena ia diperkosa secara bergantian oleh ketiga pelaku tersebut.

Iptu Yohanis mengungkapkan, selain menyumbat mulut korban, pelaku juga menidurkannya di atas tanah di dalam kamar yang berbau busuk itu. Bahkan untuk sampai di dalam kamar tersebut, korban dipaksa masuk melalui sebuah jendela kecil yang berhadapan langsung dengan laut.

Atas tindakan tersebut, ungkap Iptu Yohanis, pihaknya akan menjatuhkan sanksi hukum yang setimpal dengan perbuatan pelaku. Pelaku akan dijerat Undang - Undang Perlindungan Anak (UUPA) dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 15 tahun. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved