Berita Regional

Tabrakan Speedboat di Sebatik, Pemilik dan ABK Jadi Tersangka

Polres Nunukan menetapkan sejumlah tersangka dalam kasus tabrakan speedboat yang mengangkut TKI di perairan Pulau Sebatik, pada Kamis (5/7/2018).

Tabrakan Speedboat di Sebatik, Pemilik dan ABK Jadi Tersangka
KOMPAS.COM
Kapolres Nunukan AKBP Jepri Yuniardi, Kamis (5/7/2018) 

POS-KUPANG.COM | NUNUKAN - Kepolisian Resor (Polres) Nunukan di Kalimantan Utara (Kaltara) menetapkan sejumlah tersangka dalam kasus tabrakan speedboat yang mengangkut TKI di perairan Pulau Sebatik, pada Kamis (5/7/2018).

Kepala Satuan Resort Kriminal Polres Nunukan, Ajun Komisaris Polisi Ali Suhadak mengatakan, dua tersangka ditetapkan yakni Bakka bin Yakub (42), anak buah kapal (ABK). Serta sang pemilik speedboat yakni Nacong Ahmad (38). Keduanya merupakan warga Sebatik.

Baca: Kwik Kian Gie Sebut Sjamsul Nursalim Termasuk Obligor BLBI yang Tak Kooperatif

Polisi menetapkan keduanya sebagai tersangka setelah melakukan sejumlah pemeriksaan pascakecelakaan speedboat yang menewaskan 6 penumpang TKI ilegal. Kecelakaan tersebut terjadi pada Jumat (29/6/2018) lalu.

Polres Nunukan menganggap Bakka selaku ABK lalai dalam menjalankan kapal sehingga terjadi kecelakaan tersebut.

Sementara terhadap Nacong sang pemilik kapal, Kepolisian mensinyalir adanya kegiatan ilegal yang dilakukan oleh pemilik kapal dengan mengangkut TKI ilegal.

Polisi memberatkan kedua tersangka dengan pasal 303 nomor 17 tahun 2017 tentang Undang-undang Pelayaran, dan pasal 120 nomor 11 tahun 2006 tentang Imigrasi terhadap keduanya. "Ancaman hukumannya 15 tahun penjara," imbuh Ali.

Kapolres Nunukan, AKBP Jepri Yuniardi menambahkan, pihaknya telah mengamankan sebuah perahu yang mengalami kerusakan pada bagian lambung, sementara speedboat yang digunakan mengangkut TKI ilegal tenggelam di perairan Sebatik.

"Dari hasil pemeriksaan (para saksi), kapal yang mengangkut TKI-lah yang menabrak," ujarnya.

Sementara dari hasil pemeriksaan kepada korban selamat dan ABK, mereka rata-rata tidak mengetahui persis kecelakaan yang menimpa mereka.

Mereka mengaku tiba-tiba kapal speedboat yang mereka tumpangi menabrak sesuatu yang mereka perkirakan adalah kapal cepat saat berada di periaran Pulau Sebatik.

Akibat kecelakaan tersebut, 6 penumpang ditemukan meninggal, 13 penumpang selamat sementara dua penumpang belum diketahui nasibnya.

Salah satu dari dua penumpang yang masih hilang tersebut merupakan motoris (pengemudi) kapal cepat atas nama Olong.

Sebagai informasi, upaya pencarian tim SAR dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kabupaten Nunukan berakhir hari ini, Kamis (5/7/2018). (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved