Masih Berstatus Tersangka Korupsi

KPK Larang Marianus Sae Ikut Coblos

Marianus diduga menerima suap Rp 4,1 miliar dari Dirut PT Sinar 99 Permai, Wilhelmus Iwan Ulumbu.

KPK Larang Marianus Sae Ikut Coblos
www.dawainusa.com
Marianus Sae mengacungkan jempol usai diperiksa penyidik KPK 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan tidak akan memberi izin kepada calon kepala daerah yang kini berstatus tersangka dan ditahan untuk mengikuti pencoblosan. Salah satunya adalah calon gubernur NTT, Marianus Sae.

Untuk diketahui, Marianus Sae terkena operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan lembaga antirasuah, Minggu (11/2/2018). Marianus diduga menerima suap Rp 4,1 miliar dari Dirut PT Sinar 99 Permai, Wilhelmus Iwan Ulumbu.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah, menegaskan hal ini, sebagai komitmen yang disampaikan lembaganya sejak awal. Hari ini Rabu, (27/6/2018) Pilkada Serentak akan dilaksanakan di 171 daerah pemilihan. Meliputi 17 provinsi, 39 kota dan 115 kabupaten.

"Sejauh ini belum ada preseden sama sekali (tersangka dan terdakwa) keluar tahanan untuk kepentingan itu (coblosan)," kata Febri, Senin (25/6/2018).

Menurutnya, KPK tidak akan mencampuradukkan urusan pilkada dengan proses hukum. Artinya, pemberantasan korupsi di KPK tetap berjalan seperti biasa tanpa terpengaruh urusan politik.

Berikut ini adalah para calon kepala daerah yang menjadi tersangka dan terdakwa yang berstatus tahanan KPK. Calon Bupati Jombang, Nyono Suharli. Nyono ditangkap penyidik KPK di Stasiun Balapan Solo pada Februari lalu. Dari tangan Nyono, KPK menyita uang Rp 25 juta dan 9.500 dollar AS dalam bentuk pecahan.

Nyono yang juga merupakan ketua DPD Jatim Golkar ini diusung oleh lima partai, yakni Partai Golkar, PKB, PKS, Partai NasDem, dan PAN di Pilkada Jombang 2018. Dia berpasangan dengan kader PKB Subaidi Muchtar.

Calon Bupati Subang, Imas Aryumningsih. Saat konferensi pers, KPK menduga Imas bersama- sama beberapa pihak menerima hadiah dari swasta atau pengusaha terkait pengurusan perizinan di lingkungan Pemkab Subang yang diajukan dua perusahaan, yaitu PT ASP dan PT PBM senilai Rp1,4 miliar.

Keempat adalah calon Gubernur Lampung, Mustafa. Mustafa ditetapkan sebagai tersangka bersama Kepala Dinas Bina Marga Lampung Tengah. Taufik Rahman. Mereka diduga memberikan suap kepada Wakil Ketua DPRD Lampung Tengah, J Natalis Sinaga dan anggota DPRD Lampung Tengah, Rusliyanto.

Suap tersebut dilakukan untuk memuluskan langkah Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah meminjam dana Rp 300 miliar kepada salah satu Badan Usaha Milik Negara, PT Sarana Multi Infrastruktur. Terhitung sejak 16 Februari 2018 lalu, dilakukan penahanan selama 20 hari pertama terhadap Mustafa di Rumah Tahanan KPK.

Berikutnya adalah calon Gubernur Sulawesi Tenggara, Asrun, calon Gubernur Maluku Utara, Ahmad Hidayat Mus, calon Walikota Malang, Mochamad Anton. Calon Walikota Malang, Yaqud Ananda Gudban dan calon Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo. (tribun network/ham/yat)

Penulis: Sipri Seko
Editor: Sipri Seko
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved