Rupiah Tembus Rp 14.100, Ini Tanggapan Menteri Keuangan

Menteri Keuangan Sri Mulyani angkat bicara soal kembali melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat.

Rupiah Tembus Rp 14.100, Ini Tanggapan Menteri Keuangan
KOMPAS.COM
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati seusai menyampaikan rancangan makroekonomi 2019 di Rapat Paripurna DPR, Jumat (18/5/2018). 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani angkat bicara soal kembali melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat.

Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jidor) seperti dilansir Bank Indonesia hari ini, rupiah berada di level Rp 14.105 per dollar AS, turun 3 poin dibandingkan akhir pekan lalu pada Rp 14.102.

Sri Mulyani mengatakan, pelemahan rupiah yang kembali terjadi tidak bisa dilihat dari satu sisi saja.

"Ya kan kalau kita lihat dari sisi keseluruhan pergerakan nilai tukar, kita harus lihat benchmark pertama dengan negara lain maupun terhadap dollar AS sendiri," kata Sri Mulyani di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (25/6/2018).

Baca: Paket Damai dan Kontak Lapor Komisioner KPUD Sumba Barat Daya ke Panwas dan DKPP

Setiap hari, lanjut dia, selalu ada hal yang memicu pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.

Misalnya, pernyataan-pernyataan yang dilontarkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Selain itu, kebijakan-kebijakan yang diambil oleh China juga ikut berpengaruh. "Jadi ini akan terus dinamis yang harus terus kita respon tidak harian, tapi kita jaga dari sisi jangka menengah-panjang," kata dia.

Sri Mulyani optimistis, sepanjang tahun anggaran 2018 ini, pelaksanaan APBN bisa berjalan baik. Stabilitas dari sisi nilai tukar maupun inflasi juga berhasil dijaga oleh pemerintah. Momentum pertumbuhan ekonomi juga tetap diupayakan selalu terjaga.

"Kita tidak merespon tiap hari, tapi kita melakukan monitoring evaluasi dan reaksi secara bersama-sama," ujar Sri. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved