Tidak Masuk Kantor Setelah Cuti, Sekda NTT Sebut Motivasinya Sebagai ASN 'Sakit'

Cuti bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam rangka Hari Raya Lebaran tahun 2018 telah usai.

Tidak Masuk Kantor Setelah Cuti, Sekda NTT Sebut Motivasinya Sebagai ASN 'Sakit'
POS-KUPANG.COM/ RICKO WAWO
Suasana hari pertama masuk kantor di lobi bawah gedung Kantor Gubernur Provinsi NTT, Kamis (21/6/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, RICKO WAWO

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Cuti bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam rangka Hari Raya Lebaran tahun 2018 telah usai. Namun, apabila masih ada pegawai negeri sipil yang tidak masuk kantor pada hari pertama kerja, itu tandanya motivasinya sebagai aparatur sipil negara sedang 'sakit'.

Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Ben Polo Maing Menegaskan hal ini saat dijumpai Pos Kupang di ruang kerjanya di Kantor Gubernur NTT, Kamis (21/6/2018).

Baca: Rumah Tersangka Aborsi Ini Ramai Setiap Kliwon, Pahing, dan Pon

Ia berharap pimpinan perangkat daerah masing-masing dapat memperhatikan dan mengegakkan disiplin para pegawai negeri sipil. "Ini terkait hal hal pembinaan internal," ujarnya.

Sedangkan di tingkat provinsi, tambahnya, ada kebijakan untuk memotong uang kesra selama satu bulan dalam hal ini pemotongan uang kesra pada bulan Juni.

"Yang tidak masuk pada hari pertama kerja kita akan potong 35 persen," tegasnya.

Kebijakan ini, katanya, merujuk pada Peraturan Gubernur (pergub) pada tahun 2017 yang mengatur soal hari pertama masuk kerja setelah cuti bersama.

"Nanti akan dipantau yang tidak masuk pada hari pertama akan dikenakan sanksi pemotongan uang kesra sebanyak 35 persen."

Khusus hari ini, Ben menjelaskan, sudah dilakukan pemantauan dari pegawai Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTT ke semua perangkat daerah yang ada di Provinsi NTT.

Hal yang paling mendasar dari ihwal sanksi pemotongan uang kesra ini, demikian Ben, adalah untuk memotivasi semua ASN supaya bekerja secara baik dan salah satu tolok ukurnya adalah kedisiplinan.

"Kenapa hari pertama masuk kantor perlu dipantau? Ini penting karena sudah libur sekian lama dan masih juga ingin libur, ini tentu harus jadi perhatian. Orang seperti ini motivasi kerjanya rendah. Hanya ingin berleha-leha," tegasnya.

Walaupun demikian, Ben menambahkan, fenomena alpa pada hari pertama masuk kerja ini tidak banyak terjadi.

Ia mencontohkan, beberapa pegawai mungkin tidak bisa masuk kantor karena hal hal yang tidak bisa dihindari seperti sakit dan lain-lain.
Para pegawai yang berhalangan pun, ia anjurkan untuk segera membuat laporan atau mengkomunikasikannya dengan pimpinan masing-masing perangkat daerah. (*)

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help