Sepak Bola Irak Diakui Internasional di Masa Saddam Husein, Mantan Pemain Ungkap Fakta Mengerikan
Mantan pemain sepak bola Irak mengungkapkan tentang apa yang mereka alami dan apa yang telah terjadi sejak hari-hari mereka di lapangan untuk Irak.
POS-KUPANG.COM - Sepak Bola adalah satu dari banyak olahraga yang berhasil menyatukan sekaligus memecah belah suatu bangsa, dengan kata lain melalui sepakbola kerukunan satu negara bisa terjalin.
Namun, di sisi lain loyalitas dan aksi militan para suporter atas tim kebanggaan mereka juga bisa menjadi pemicu terpecahnya suatu komunitas besar atas dasar loyalitas dan menjunjung kebanggaan mereka, dalam ranah bernama sepak bola.
Para pemain sepak bola biasanya dipuja, dipuji dan dielu-elukan serta mendapatkan fasilitas yang luar biasa.
Menjadi pesepak bola bahkan menjadi impian termanis sebagian besar orang.

Baca: Kapolsek ini Terpental Ditabrak Pengendara Hingga Anggota Lepas Tembakan Saat Razia
Lantas bagimana dengan Irak, negara ini sempat menikmati masa pahit kala Saddam Husein berkuasa atas Irak, dan Sepak Bola juga merupakan salah satu hal yang harus diperjuangkan meski dengan darah sekalipun.
Uday Husein putra tertua dari Saddam Husein bertanggung jawab bertanggung jawab atas tim Irak dari 1984 hingga awal 2000-an dan di bawah pengawasannya, mereka memperoleh pengakuan internasional.
Sayangnya, di bawah Uday Husein, penyiksaan pemain sepak bola dan kebrutalan mencapai tingkat kesedihan yang tak tertandingi.
Pemain dipukuli dan dihadapkan pada hari-hari perawatan kejam, mereka hidup dalam ketakutan bahwa Uday akan menyuruh seluruh tim sepakbola Irak dieksekusi jika mereka kalah.
Baca: Tatap Piala Dunia 2018, Timnas Perancis Miliki Pemain Muda Terbaik di Dunia Versi Mbappe
Mantan pemain sepak bola Irak telah datang untuk berbicara tentang apa yang mereka alami dan apa yang telah terjadi pada mereka sejak hari-hari mereka di lapangan untuk Irak.
Kejahatan Uday Hussein mengeksploitasi atlet yang rentan dan menciptakan perbedaan mengejutkan antara adorasi yang mereka terima di lapangan dan kebrutalan yang mereka alami di belakang layar.
Salah satu mantan pemain sepak bola Irak bernama, Sharar Haydar, mengenang insiden atas penyiksaan pemain sepakbola setelah mereka kehilangan satu pertandingan ke Jordania.
Ia diseret menyeberangi trotoar dengan dua pemain lainnya, dimana penyiksaan itu adalah hal keji yang diterimanya semasa itu.

Baca: Tanpa Mohamed Salah, Timnas Mesir Bagai Macan Ompong. Terbukti Saat Lawan Kolombia
Haydar mengatakan, "Ia (Uday) menanggalkan kemeja kami, mengikat kaki kami bersama-sama dan menarik lutut kami di atas sebuah bar saat kami berbaring."
"Kemudian mereka menyeret kami di atas trotoar dan beton, menarik kulit dari punggung kami", Katanya.