Begini Suka-Duka Romo Rudy Dampingi 16 Pasutri Katolik yang Nikah Massal

Romo Rudolf Tjung Lake, Pr, kepada POS-KUPANG.COM mengisahkan suka-dukanya dampingi 16 pasutri Katolik yang nikah massal

Begini Suka-Duka Romo Rudy Dampingi 16 Pasutri Katolik yang Nikah Massal
POS-KUPANG.COM/Laus Markus Goti
Romo Rudy (tengah) foto bersama salah satu pasangan, didampingi orang tua wali dan Wakil Wali Kota Kupang di Gereja St. Maria Assumpta Kupang, Selasa (29/5/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Laus Markus Goti

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Romo Rudolf Tjung Lake, Pr, akrab disapa Romo Rudy kepada POS-KUPANG.COM mengisahkan suka-dukanya dampingi 16 pasutri Katolik yang nikah massal, Selasa (29/5/2018), di Gereja St. Maria Assumpta Kupang.

Ditemui di ruang kerjanya seusai memimpin perayaan nikah massal, Romo Rudy mengisahkan, ia merasa bahagia akhirnya ke-16 pasangan Katolik yang ia dampingi akhirnya menikah.

Baca: Ini Alasan Jokowi Setujui Megawati cs Digaji Rp 112 Juta

Selama masa pendampingan (kursus nikah) Romo Rudy banyak mendengar keluh kesah mereka.

"Ke-16 pasangan ini semuanya sudah hidup bersama dan memiliki anak," ungkapnya.

Ekonomi, urusan adat dan masih harus melanjutkan kuliah menjadi faktor dominan mengapa baru sekarang ke16 pasangan ini menikah.

"Saya selalu berusaha mendengar setiap keluh kesah mereka dan berusaha memberi jalan keluar sesuai dengan kapasitas dan kemampuan yang saya miliki," ungkapnya.

Ia menambahkan, ada beberapa alasan, mengapa nikah massal di parokinya diadakan lebih awal, tidak sesuai dengan program pemerintah kota dijadwalkan pada bulan Juni 2018.

Pertama, ke-16 pasangan sudah ia siapkan melalui kursus pernikahan sejak bulan maret. Jika menunggu sampai juni, menurutnya durasi waktunya terlalu lama.

Kedua, program pemerintah yang seyogyanya mengadakan nikah massal pada bulan Juni 2018, tidak ada kepastian tanggal berapa akan diadakan. Dan ini (pernikahan yang diadakan pada hari ini. Selasa, 29 Mei 2018), tuturnya, adalah yang pertama di tahun 2018.

Ketiga, mengingat tingkat kesibukan para pasangan dan desakan kebutuhan untuk secepatnya memperoleh kepastian secara hukum. (*)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help