Elver Yakini Ibunya Kalau Ia Diculik Bersama 9 Anak

Aprilia Bercelona Maing, ibunda Elver, menuturkan sejak anaknya menceritakan kisah tentang dirinya diculik sekitar pukul 10.30 Wita

Penulis: Frans Krowin | Editor: Kanis Jehola
ISTIMEWA
Aprilia Maing, ibu kandung Elver saat berada di rumah mereka, Sabtu (26/5/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA -- Aprilia Bercelona Maing, ibunda Elver, menuturkan sejak anaknya menceritakan kisah tentang dirinya diculik sekitar pukul 10.30 Wita, cerita itu tidak berubah sedikit pun hingga malam hari sebelum tidur.

Bahkan keesokan harinya, Sabtu (26/5/2018), Elver tetap pada ceritanya bahwa ia diculik bersama 9 orang anak lainnya lalu disembunyikan di dalam.pagar tembok di Pantai SGB Bungsu Lewoleba.

Baca: Cerita Bocah Elver Gemparkan Masyarakat Lembata, Apa Ya?

Atas cerita itu, Ibuda Elver lantas menceritakan hal tersebut kepada Palmasius Gokok, anggota DPRD Lembata, Sabtu (26/5/2018). Beberapa saat kemudian Palmasius Gokok menghubungi Polres Lembata. Dari situlah kisah penculikan menyebar luas di tengah masyarakat.

Bahwa pada Sabtu sekitar pukul 11.00 Wita, Brigpol Anastasius Wiyono, mendapat laporan dari Palmasius Gokok bahwa di Kota Baru Atas, Kelurahan Lewoleba Selatan, telah terjadi penculikan terhadap bocah berusia 7 tahun, Elver Waleng, buah hati Hendrikus Benediktus Beda Waleng dan Aprilia Bercelona Maing.

Mendapat laporan tersebut, Brigpol Wiyono lantas melaporkan kepada Kepala Unit (Kanit) Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK), Bripka Nong Gege tentang kabar penculikan tersebut. Sesaat kemudian, aparat Polres Lembata langsung mendatangi rumah Elver di Kota Baru Atas, tepatnya di wilayah RT 08, RW 04, Kelurahan Lewoleba Selatan.

Di rumah itu, Elver tetap pada ceritanya yakni diculik beberapa pemuda tanggung dengan sebuah pick up hitam, ketika dirinya pulang dari sekolah sekitar pukul 10.30 Wita. Saat diculik, kedua tangannya dipegang kuat-kuat lalu diisi dalam karung kemudian dibuang ke dalam kendaraan tersebut.

Di atas kendaraan itu, tiga pemuda duduk di atas bak kendaraan tersebut sedangkan dua orang lainnya termasuk sopir, duduk di depan. Dari lima orang itu, satu di antaranya bercirikan pemuda berjenggot.

Setelah dibuang ke atas kendaraan, Elver lalu di bawa ke suatu tempat di dalam pagar tembok di Pantai SGB Bungsu, Lewoleba. Atas cerita itu aparat kepolisian bersama puluhan masyarakat melakukan pencarian di lokasi yang dimaksud. Bahkan masyarakat langsung mengepung tempat itu.

Saat mengobok-obok lokasi yang disebut sebagai tempat penyekapan, aparat kepolisian dan masyarakat tak menemukan indikasi adanya tindak kejahatan yang terjadi di tempat tersebut. Alhasil semua warga dan polisi pulang tanpa hasil.

Namun untuk menyelidiki kejelasan cerita bocah Elver, penyidik lantas melakukan pemeriksaan terhadan ayah korban, Hendrikus Benediktus Beda Waleng, ibunda Elver, Aprilia Bercelona Waleng dan beberapa saksi lainnya. (*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved