Yuven Minta Pemkot Kupang Beri Ruang untuk Anak Putus Sekolah

Yuven Tukung, mengapresiasi dan antusias yang luar biasa pada program yang digelar Dinas Ketenagakerjaan Provinsi NTT tersebut.

Yuven Minta Pemkot Kupang Beri Ruang untuk Anak Putus Sekolah
POS-KUPANG.COM/YENI RACHMAWATI
90 Anak di Kota Kupang mengikuti Program Pengurangan Pekerja Anak di Hotel Romyta, Rabu (16/5/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Anggota Komisi IV DPRD Kota Kupang, Yuven Tukung, kepada Wartawan, Rabu (16/5/2018), di Hotel Romyta, mengapresiasi dan antusias yang luar biasa pada program yang digelar Kementerian Ketenagakerjaan melalui Dinas Ketenagakerjaan Provinsi NTT tersebut.

Menurutnya, pekerjaan ini adalah pekerjaan yang sangat mulia. Bukan karena ketersediaan anggarannya, tapi ada martabat manusia yang sedang diurus di dalam ruangan ini.

"Dimana mereka adalah anak-anak yang nasibnya kurang beruntung, yang seharusnya mempunyai hak mengenyam pendidikan. Tapi tidak hanya didorong seperti ini, dimotivasi lantas belajar. Tapi sejak kecil seharusnya dengan sadar dan penuh kebahagiaan mereka mengalami seperti layaknya teman-teman lain yang saat ini mengenyam pendidikan," tuturnya.

Kata Yuven, kehadiran dirinya merupakan bagian dari bentuk tanggung jawabnya sebagai anggora DPRD kota Kupang. Karena anak muda adalah aset masa depan bangsa, kota Kupang dan NTT.

"Bila ingin membangun kota Kupang dan NTT menjadi baik maka opsinya cuma satu yaitu mengurus anak-anak sejak kecil. Sebab ada pepatah mengatakan mencintai anak-anak maka mencintai masa depan bangsa," ujarnya.

Ia berharap Pemkot Kupang harus memberikan sebagian perhatiannya dalam ruang pembangunan kota terhadap mereka.

"Apa yang saya dapat akan disampaikan di ruang DPR dan berkoordinasi dengan pemerintah dan dinas, dari sisi mana yang bisa diperhatikan. Saya dengar mereka akan ditampung di sekolah-sekolah, saya akan kawal agar mereka mempunyai hak yang sama," katanya. (*)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help