Status Hubungan Pelaku dan Korban Masih Teka Teki

Status hubungan antara Eduard Sailana (69), tersangka yang membunuh korban Debby (26) di kamar nomor 5 kost Grace Sukses

Status Hubungan Pelaku dan Korban Masih Teka Teki
POS KUPANG/RYAN NONG
Tersangka ES (69) pelaku pembunuhan terhadap Debby (26) di Mapolsek Maulafa pada Selasa (15/5/2018) siang.

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM | KUPANG-- Status hubungan antara Eduard Sailana (69), tersangka yang membunuh korban Debby (26) di kamar nomor 5 kost Grace Sukses Kelurahan Oepura Kota Kupang hingga saat ini masih menyisakan teka-teki.

Diberitakan sebelumnya, pelaku menyebut korban sebagai seorang pekerja seks komersial (PSK) yang telah berhubungan dengannya sejak tahun 2013 silam.

Pelaku yang merupakan pensiunan guru dan seorang pendeta itu nekat menghilangkan nyawa korban karena tidak puas saat korban menolak melanjutkan hubungan intim dan meminta uang sejumlah Rp 800 ribu kepada pelaku di kamar kost pelaku pada hari Senin (14/5/2018) pagi.

Baca: Baru Tiga Desa Dilayani Listrik, Ini Penjelasan Camat Lamba Leda

Baca: Usai Diserang Terduga Teroris, Begini Kondisi Terkini Mapolda Riau. Ada Korban Berjatuhan!

Pelaku kemudian emosi lalu membunuh korban dengan cara menikamkan pisau pada bagian tubuh korban.

Untuk menghilangkan jejak korban, tubuh korban kemudian dimasukan dalam gentong plastic warna hijau. Gentong tersebut lalu diangkut menggunakan pickup pada malam harinya menuju rumah pelaku di Desa Oelomin.

Pelaku kemudian membuang gentong berisi mayat korban dalam sumur kering di belakang rumahnya.

Pihak keluarga menolak tudingan pelaku yang menyatakan korban adalah seorang pekerja seks komersial. Mikael Sine, paman korban sekaligus mewakili keluarga menjelaskan pihak keluarga tidak terima dengan pernyataan pelaku yang menyebutkan bahwa korban adalah seorang PSK. Korban merupakan seorang gadis dan bukan berprofesi seperti yang dikatakan pelaku.

"Anak kami masih gadis dan belum berkeluarga. Dia izin keluar rumah dan mau ke RS Bhayangkara untuk berobat," kata Mikhael.

Baca: Simak! Ini Dampak yang Ditimbulkan Angin Kencang Akhir-akhir Ini di NTT

Baca: Mabes Polri: Satu Penyerang Mapolda Riau Terduga Teroris Ditembak Mati

Kapolsek Maulafa, Komisaris Polisi Margaritha R. Sulabesi, S.Sos, menegaskan tudingan itu (PSK) merupakan keterangan sepihak dari pelaku untuk meringankan posisinya. Sehingga keterangan itu belum dapat dipastikan kebenarannya.

Menurut salah satu kerabat korban kepada Pos Kupang pada Rabu (16/5/2018) pagi, saat ini pelaku telah memiliki seorang tunangan. Namun dirinya tidak mengetahui tentang rencana pernikahan mereka. (*)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help