Motivasi Anak Kurang Mampu, Begini Cerita Hidup Yuven Tukung

90 anak yang putus sekolah dan berasal dari keluarga kuranh mampu ini, Yuven, memberikan motivasi dan menceritakan kisah hidupnya sejak kecil

Motivasi Anak Kurang Mampu, Begini Cerita Hidup Yuven Tukung
pos kupang.com, yeni rachmawati
Anggota DPRD kota Kupang, Yuven Tukung memotivasi anak-anak putus sekolah di Hotel Romyta, Rabu (16/8/2018). 

Laporan Wartawan Pos Kupang.com, Yeni Rachmawati

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Anggota komisi IV DPRD kota Kupang, Yuven Tukung hadir dalam kegiatan Program Pengurangan Pekerja Anak dalam rangka mendukung Program Keluarga Harapan, di Lantai II Hotel Romyta, Rabu (16/5/2018).

Dihadapan 90 anak yang putus sekolah dan berasal dari keluarga kuranh mampu ini, Yuven, memberikan motivasi dan menceritakan kisah hidupnya sejak kecil.

"Adik-adik, kak Yuven dulu masih kecil sempat jual koran, kacang tanah, sapu lidi di Ruteng. Kakak juga sempat mendorong kereta di pasar, tenteng TTS untuk dijual, jual jeruk di emperan toko dan jual minyak tanah. Itu kakak lakukan sejak masih SD-SMA. Tapi kak Yuven sadar betul bahwa pendidikan itu penting," tuturnya.

Akhirnya, kata Yuven, ia pun bisa mengenyam pendidikan di bangku Perguruan Tinggi di Kupang, meskipun orangtuanya tidak tamat SD.

Katanya, berjualan untuk memperoleh uang itu boleh. Tapi memegang uang saat masih kecil atau bersekolah bukan saatnya. Karena masa itu adalah masa belajar.
"Belajar sekarang dapat uangnya nantinya lebih besar.

Dibanding dapat uang kecil saat ini dan tidak belajar. Kak Yuven jadi anggota dewan termuda, dapat uangnya besar. Siapa yang mau jadi anggota dewan?," tanyanya.

Anak-anak pun terlihat tersipu malu.

Ia mengajak anak-anak untuk terus berjuang dengan gigih belajar. Apapun yang terjadi bukan suatu halangan. Pada dasarnya ada semangat yang ditanamkan di dalam diri bahwa kita akan menjadi orang sukses dan hebat.(*)

Baca: Paus Fransiskus Isyaratkan Keinginan untuk Pensiun

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help