Bom Bunuh Diri Itu Tindakan Sangat Keji

Forkompimda bersama pimpinan agama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat dan tokoh perempuan di Kabupaten Lembata

Bom Bunuh Diri Itu Tindakan Sangat Keji
POS-KUPANG.COM/FRANS KROWIN
Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday, saat menyapa para kepala desa saat pertemuan bersama di Hotel Palm Indah Lewoleba. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Forkompimda bersama pimpinan agama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat dan tokoh perempuan di Kabupaten Lembata, menyebut aksi bunuh diri dalam peristiwa terorisme itu sebagai tindakan sangat keji dan tidak berperikemanusiaan.

Dalam pernyataan bersama yang dibuat pada Senin (14/5/2018) itu, para tokoh dan pimpinan daerah di Kabupaten Lembata itu menyepakati sembilan sikap utama.

Pertama, kejadian terorisme adalah kejahatan terhadap kemanusiaan dan keindonesiaan. Oleh karena itu pemerintah dan masyarakat Kabupaten Lembata mengutuk tindakan keji dan tidak berperikemanusiaan yang terjadi di Mako Brimob, gereja-gereja di Surabaya dan Rusunawa di Sidoarjo, Jawa Timur serrta turut berbelasungkawa atas korban yang meninggal dunia

Kedua, mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Lembata untuk menahan diri, tidak terprovokasi atas peristiwa-peristiwa yang terjadi dan tetap menjaga perdamaian dan persatuan di Kabupaten Lembata.

Ketiga, mengimbau masyarakat untuk berperan serta dalam menciptakan kamtibmas yang kondusif dengan melaporkan kepada pemerintah keberadaan orang-orang yang baru di lingkungannya dan peduli terhadap keamanan lingkungan dengan melaksanakan pengamanan secara swadaya melalui pos kamling atau siskamling.

Keempat, mendukung aparat keamanan untuk mengusut tuntas kejadian ini dan mengambil tindakan tegas kepada pelaku sesuai aturan yang berlaku.

Kelima, peristiwa bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo bukan peristiwa yang berkaitan dengan agama walaupun menggunakan simbol-simbol agama untuk kepentingan tertentu, tetapi murni tindakan terorisme karena semua agama mengajarkan kedamaian.

Keenam, mendesak DPR RI agar segera menyelesaikan dan mengesahkan Undang-Undang Anti Terorisme dan atau Presiden menerbitkan Perpu Anto Teroris sambil menunggu proses pengesahan Undang-Undang Anti Terorisme.

Ketujuh, mendukung sikap pemerintahan Joko Widodo untuk memberantas terorisme dengan menggunakan seluruh instrumen baik hukum, politik, ekonomi, sosial budaya dan menggunakan seluruh kekuatannya baik TNI, Polri maupun birokrasi serta dukungan masyarakat luas.

Delapan, mengimbau kepada media massa baik elektronik, cetak maupun media sosial lainnya untuk menyajikan berita mengenai kejadian ini secara proporsional dan tidak provokatif serta tidak menyertakan informasi baik berupa foto maupun video korban bom kepada pihak lain.

Sembilan, para pemimpin agama, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan dan seluruh masyarakat Kabupaten Lembata membantu menyampaikan informasi-informasi yang bersifat mendukung kamtibmas. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help