Umat Katolik Witihama Adonara Ini Sambut Bulan Ramadan dengan Tari Hedung
Hubungan antarumat beragama di Kecamatan Witihama, Pulau Adonara, Flores Timur selalu menampilkan hal unik nan menarik.
Penulis: Felix Janggu | Editor: Kanis Jehola
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Feliks Janggu
POS-KUPANG.COM | LARANTUKA - Hubungan antarumat beragama di Kecamatan Witihama, Pulau Adonara, Flores Timur selalu menampilkan hal unik nan menarik. Toleransi beragamanya tak diragukan lagi.
Keindahan kebersamaan itu diperlihatkan salah satunya menyongsong Bulan Suci Ramadan Tahun 2018. Umat Katolik mendukung umat Muslim memasuki bulan Puasa dengan menggelar Tari Hedung bersama Minggu (13/5/2018).
Dua kelompok umat bergama, Islam dan Katolik ambil bagian secara aktif. Memeriahkan penyambutan Bulan Suci Ramadan.
Baca: Korban Aksi Bom di Tiga Gereja Menjadi 18 Orang
Baca: DPRD Nagekeo Apresiasi Pemekaran Desa Selalejo Selatan
Kepala BPD Desa Lamabelawa Agus Salim Bebe Kewa kepada POS-KUPANG.COM, Senin (14/5/2018), mengaku bangga dengan kegiatan hari itu.
"Ini bukti toleransi beragama di sini sangat terjaga. Terimakasih kepada pemerintah desa dan Persatuan Pemuda Lamabelawa (PPLB) yang menyelenggarakan kegiatan," kata Bebe Kewa.
Panitia memilih tari perang, menjadi refleksi bagi umat Muslim agar selama bulan suci Ramadhan bisa berperang melawan hafa nafsu. Menang melawan semua bentuk godaan," kata Bebe Kewa.
Koordinator PPLB Ikram Tupen Lamabelawa mengatakan kebersamaan menyambut perayaan besar keagamaan dilakukan setiap tahun. Baik perayaan besar Agama Islam maupun Agama Katolik dan agama lainnya.
Baca: HATI-HATI, 6 Kabar Ini Ternyata Hoax. Pastikan Dulu Kebenarannya, Jangan Telan Mentah-mentah!
Baca: Kasus Pembuangan Bayu di Roterdam, Bayi Masih Hidup Saat Dikeluarkan dari Kresek
"Ini adalah program kerja PPLB bidang kerohanian," kata Tupen Lamabelawa.
Kepala Desa Lamabelawa Kornelis Kesa Sabon juga mengapresiasi kepada PPLB yang menyukseskan Hedung bersama menyongsong Bulan Puasa umat Muslim itu.
Harap Kesa Sabon, kebersamaan antar umat beragama terus menjadi kekuatan bersama untuk membangun perekonomian di desa Lamabelawa. (*)